Bank Haus Likuiditas, BI Kucurkan 4,74 Triliun

Kompas.com - 23/09/2008, 09:21 WIB

JAKARTA, SELASA - Perbankan masih haus likuiditas. Ini terlihat dari larisnya transaksi repurchase option (repo) alias gadai Surat Utang Negara dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang ditawarkan Bank Indonesia (BI). Para bankir berburu dana segar dalam dua transaksi repo yang digelar BI sepanjang sepekan terakhir.

Akhir pekan lalu, dana tunai yang tersalur melalui repo berjangka waktu enam hari mencapai Rp 4,5 triliun. Sementara dalam repo kemarin (19/9), perbankan memancing likuiditas senilai Rp 4,74 triliun dari gadai surat berharga dengan jangka waktu 14 hari.

Kendati mengakui repo bertujuan untuk menambah Likuiditas, namun Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah Nastiti K Makhijani membantah larisnya repo berarti perbankan sedang haus dana. "Penambahan dana ini merupakan langkah antisipasi," ujarnya, kemarin.

Gonjang-ganjing yang terjadi di pasar keuangan dunia menjadi alasan BI melakukan antisipasi ini. Masalah yang melanda sektor finansial di negeri Paman Sam, sedikit banyak berimbas ke Likuiditas di dalam negeri. Sementara di saat bersamaan, bank butuh Likuiditas untuk mengimbangi laju pertumbuhan kredit yang kencang. "Semuanya sedang terjadi di saat bersamaan," kilah Dyah.

Hari Raya Lebaran juga menjadi perhitungan BI untuk menjaga kecukupan likuiditas di bank. Soalnya, menjelang hari raya, kebutuhan uang tunai membludak.

Salah satu bank yang mengaku telah memanfaatkan fasilitas repo BI adalah Bank Bukopin. "Jumlahnya tak terlalu banyak, hanya sekitar Rp 500 miliar," kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Tri Joko Prihanto.

Joko membantah Bukopin ikut repo karena sedang sulit Likuiditas. Namun, "Kami memanfaatkan repo karena bunganya menarik. Kalau memang perlu, kami akan ikut repo lagi," imbuh Joko. Sekarang, bunga repo berkisar 1 persen  di atas bunga BI rate.

Tapi, ada juga bank-bank yang masih belum mau memanfaatkan fasilitas- BI ini. "Likuiditas kami masih cukup. Kalau perlu dana, kami tinggal menggunakan deposito atau mencairkan SBI," kata Direktur Bank UOB Buana Safrulah Hadi Saleh.

Bank International Indonesia (BII) juga mengaku tak berminat menggunakan fasilitas repo. "Likuiditas kami masih cukup," tandas Wakil Direktur Utama BII Sukatmo Padmosukarso. (Sanny Cicilia, Arthur Gideon, Magdalena Sihite)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau