JAKARTA, SELASA-- Perekonomian Indonesia menelan kerugian Rp 5 triliun akibat flu burung. Kerugian tersebut diderita akibat dampak langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsung, yakni biaya mencegah wabah flu burung pada unggas dan manusia, pemusnahan unggas dan biaya kompensasi bagi pemilik unggas, dan biaya perawatan dan pengobatan kasus pada manusia. Sedangkan dampak tidak langsung lebih besar lagi, yakni dari sektor perunggasan seperti penurunan produksi unnggas, penurunan konsumsi konsumsi unggas dan telur, vaksinasi, pendapatan keluarga dari sektor penjualan unggas dan telur menurun, devisa sektor pariwisata dan perdagangan berkurang.
Hal tersebut disampaikan Deputi III Menko Kesra Bidang Koordinasi Kependudukan Kesehatan dan Lingkungan Hidup Emil Agustiono, saat Sosialisasi Flu Burung di Lingkungan Perusahaan, di Jakarta, Selasa (23/9).
Lebih lanjut Emil mengatakan Dampak Pandemi influenza atau penyebaran virus influenza baru yang belum mempunyai sistem imunitas, memberikan dampak pada perekonomian global sebesar 2 triliun dollar. "Dampak pandemi influenza bersifat luas dan multi dimensi dan.menyebabkan kerugian akibat kelumpuhan pelayanan publik dan sektor bisnis," kata Emil.
Sementara itu, Direktur Jenderal bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kustantinah mengatakan jika pandemi influenza tidak ditanggulangi akan terjadi bencana besar dengan jumklah kematian dan kekacauan sosial ekonomi."Karena itu kita harus siap siaga mengantisipasi ancaman pandemi influenza", kata Kustantinah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang