Akhirnya, DPR Seleksi Calon Dewan Energi Nasional

Kompas.com - 23/09/2008, 10:48 WIB

JAKARTA, SELASA - Dewan Perwakilan Rakyat melakukan serangkaian fit and proper test terhadap 16 calon anggota Dewan Energi Nasional atau DEN , Selasa (23/9) di Ruang Komisi VII, Nusantara I. Ke-16 calon yang mewakili pemangku kepentingan energi ini terdiri dari empat orang unsur akademisi, empat orang unsur industri, dua orang unsur badan teknologi, dua orang dari unsur lingkungan hidup, dan empat orang dari unsur konsumen.

Tugas dari DEN adalah membangun suatu kebijakan energi nasional yang komprehensif, dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan energi nasional.

Ke-16 calon tersebut adalah, Ahmad Zahdan Fathoni, Deendarlianto, Rinaldi Dalimi, dan Tumiran dari unsur akademisi. Dari unsur industri Anton S. Wahjo Aoedibjo, Eddie Widiosono, Herman Darnel Ibrahim, Paulus Tjakrawan Taningdjaja. Dari  unsur teknokrat yakni H Raswari, Widjajono Partowidagdo. Kemudian  unsur lingkungan hidup Mukhtasor dan Sri Endah Agustina, serta unsur konsumen Agusman Effendi, Aisyah Kusuma, Gunadi Sindhuwinata, dan Herman Agustiana.

Hari ini, ke-16 calon tersebut melakukan presentasi mengenai visi dan misi, serta program kerja mereka. Dari 16 calon, DPR akan memilih delapan orang, dan mengajukannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua DEN. Selanjutnya, mereka akan ditetapkan dan dilantik oleh Presiden SBY.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro , DEN ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 30/2007 tentang Energi . "Undang-Undang ini mengamanatkan pembentukan sebuah badan energi nasional yang kohesif, dan jelas lingkup dan tanggung jawabnya," tutur Purnomo seusai memberikan sambutan di Komisi VII DPR, Selasa.

Purnomo menambahkan, DEN merupakan perwujudan dari Badan Koordinasi Energi Nasional atau Bakoren. "Namun, Bakoren hanyalah badan konsultasi dan tidak mengikat," kata mantan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau