JAKARTA, SELASA — Selepas bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/9), kali ini CEO Mitsubishi Corporation Yokiriko Kojima menyempatkan bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (23/9).
Berbeda dengan yang terjadi di Kantor Presiden, Kojima yang membawa rombongan hanya ditemui Kalla, tanpa satu pun anggota kabinet yang menyertai. Pertemuan Kojima dan Kalla berlangsung sekitar pukul 10.35 WIB.
Sebelumnya seusai bertemu dengan Presiden Yudhoyono, Kojima enggan memberikan keterangan pers. Beruntung, Menteri Perindustrian Fahmi Idris bersedia memberikan keterangan pers perihal perbincangan yang dilakukan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bos besar Mitsubishi Corporation yang terus bergiat pada investasi di Tanah Air.
Fahmi kepada wartawan menegaskan, Mitsubishi Corporation berminat menggenjot angka investasi yang ditanam di Indonesia. Dari yang semula 4 miliar dollar AS pada 2005 bakal membengkak menjadi 13 miliar dollar AS akhir tahun ini.
Fahmi lebih lanjut mengatakan, Mitsubishi selama berada di Indonesia berminat menanam investasi pada bidang otomotif. Di bidang kendaraan bermotor ini, Mistsubishi telah mempekerjakan sekitar 200.000 tenaga kerja, dengan rekam jejak penjualan yang merangkak naik. Penjualan tahun 2007 tercatat mencapai 60.000 unit dan tahun 2008 mencapai 150.000 unit.
Tidak hanya itu, Mitsubishi juga tercatat turut serta pada program listrik 10.000 Mw. Dan uniknya, Mitsubishi ternyata ikut dalam proyek pengolahan gas alam cair Senoro yang mulai masuk tahap konstruksi awal tahun depan. "Khususnya di Senoro dan Donggi akan diputuskan oleh pemerintah dalam waktu dekat," paparnya.
Mitsubishi Corporation merupakan pemilik mayoritas pembangunan kilang gas alam cair berkapasitas dua juta ton pada proyek pengolahan gas alam Senoro. Proyek itu merupakan integrasi dari proyek eksploitasi gas alam yang dikelola Medco Energi dan Pertamina. Ketiganya bergabung dalam Donggi Senoro LNG. Gas dari Kilang Senoro rencananya akan diekspor untuk kebutuhan pembeli di Jepang mulai tahun 2012.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang