Nyamplung, Potensi Baru Biofuel

Kompas.com - 23/09/2008, 14:55 WIB

JAKARTA, SELASA - Sekitar tiga juta bibit tanaman nyamplung yang berpotensi digunakan sebagai sumber energi biofuel akan ditanam di tiga ribu hektar lahan di seluruh Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Kehutanan MS Kaban setelah membuka seminar nasional "Nyamplung, Sumber Energi Biofuel yang Potensial" di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa (23/9).

"Tanaman ini sudah ditanam di lahan seluas hampir 400 ribu hektar yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti di daerah pesisir pantai Ciamis, Cilacap dan Papua," ujar Kaban. 

Menurut Kaban, Indonesia memiliki potensi 800 ribu ha lahan yang bisa ditanami nyamplung di wilayah dengan ketinggian 0-200 meter. Tanaman ini dipilih sebagai sumber energi biofuel karena bijinya mengandung rendemen minyak tinggi. Satu kilogram biji kering nyamplung mengandung hampir 74 persen minyak.

"Kandungan itu lebih besar 2 kali lipat dari biji jarak dan bahkan semua tanaman  penghasil bahan bakar nabati lainnya," kata Kaban.

Saat ini Departemen Kehutanan sedang melakukan riset terkait pembudidayaan tanaman dengan nama ilmiah Calophyllum inophyllum L tersebut. "Dephut mendapat amanat untuk berperan dalam penyediaan bahan baku dan ijin pemanfaatan lahan untuk pengembangannya," katanya.

Langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan energi nasional yang menargetkan tahun 2025 Bahan Bakar Nabati (BBN) memenuhi 5 persen dari kebutuhan energi nasional.

Biofuel

Nyamplung alias kosambi biasa tumbuh di tepi sungai atau pantai yang berudara panas dengan ketinggian hingga 200 m dpl (dari permukaan laut). Ciri-ciri pohon nyamplung antara lain batangnya berkayu, bulat, warna coklat, daunnya tunggal, bersilang berhadapan, bulat memanjang atau bulat telur. ujung daun tumpul, pangkal membulat, tepinya rata. Daun bertulang menyirip itu panjangnya 10-21 cm, lebar 6-11 cm dengan tangkai 1,5-2,5 cm.
 
Bunga nyamplung biasanya majemuk dan berbentuk tandan. Sementara buahnya bulat seperti peluru, diameter 2,5-3,5 cm, berwarna hijau, dan berubah cokelat jika kering. Biji buah bulat, tebal, keras, berwarna coklat. Pada inti terdapat minyak berwarna kuning.

Tinggi pohon nyamplung lebih kurang 20 meter dan berakar tunggang. Setiap pohon nyamplung menghasilkan sekitar 250 kg biji. Jumlah biji yang sudah kering (termasuk kulit) per kilogram mencapai kurang lebih 240 buah. Biji nyamplung ini menghasilkan minyak (biofuel) yang kadar oktannya cukup tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau