Pasokan Darah PMI Magelang Berkurang

Kompas.com - 23/09/2008, 20:01 WIB

MAGELANG, SELASA - Akibat sepinya jumlah pendonor, selama bulan puasa ini, pasokan darah ke Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Magelang, menurun tajam. Jika biasanya mencapai tujuh hingga 14 kantong per hari, maka pada bulan September ini, pasokan darah yang diterima hanya berkisar lima kantong per hari. Satu kantong berisi 250 mililiter darah.  

Selama Januari hingga September 2008, ini merupakan rata-rata jumlah pemasukan darah terendah yang pernah kami terima, ujar Kepala UTD PMI Cabang Kabupaten Magelang dr Andori, Selasa (23/9).

Jumlah pemasukan darah tertinggi terjadi pada bulan Agustus. Dengan total pasokan selama satu bulan sebanyak 415 kantong, maka rata-rata pemasukan yang diterima mencapai hingga 14 kantong per hari.

Pada bulan ini, jumlah darah yang sudah masuk, mencapai 153 kantong. Pada Selasa (23/9) kemarin, jumlah stok golongan darah A, hanya tersedia empat kantong, dan golongan darah B, delapan kantong. Untuk golongan darah O hanya tersedia 16 kantong, dan golongan darah AB, dua kantong.

Andori mengatakan, jumlah stok darah ini terbilang pas-pasan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Magelang saja.  

"Namun, menyangkut permintaan darah dari luar daerah, kami sendiri tidak bisa memastikan masih dapat memenuhinya atau tidak," terangnya.

Selama awal bulan September hingga sekarang, UTD PMI Kabupaten Magelang sudah menerima permintaan darah bagi 220 pasien rumah sakit di berbagai daerah diantaranya Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Setiap permintaan yang diajukan berkisar satu hingga lima kantong darah.

Minimnya stok darah di bulan puasa ini, menurut Andori, menjadi hal yang rutin terjadi setiap tahun. Untuk tetap menggenjot pemasukan, maka PMI pun saat ini berupaya jemput bola kepada mereka yang rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali.  

"Selain itu, kami pun juga menawarkan kegiatan donor darah kepada lembaga-lembaga non Islam seperti gereja dan Walubi (Perwalian Umat Budha Indonesia)," ujarnya.

Walaupun stok darah saat ini sangat terbatas, Andori mengatakan, pihaknya siap menghadapi peningkatan permintaan darah di saat libur Lebaran. Jika memang nantinya persediaan darah saat ini tidak mencukupi, maka kami pun akan mengajukan permintaan ke daerah-daerah lain, paparnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau