Rencana Aksi Segitiga Terumbu Karang Disempurnakan

Kompas.com - 24/09/2008, 02:21 WIB

JAKARTA, RABU - Rencana aksi pembentukan Segitiga Terumbu Karang (The Coral Triangle Initiative/CTI) semakin disempurnakan dalam seminar CTI untuk mengumpulkan pendapat dari berbagai elemen. Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), M Syamsul Maarif saat membuka seminar CTI di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Selasa (23/9).

Syamsul mengatakan segitiga terumbu karang seluas 75 km persegi ini melintasi enam negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Timor Leste, Kepulauan Solomon. "Maka dalam pertemuan di Manila 12-14 November nanti kita akan minta dukungan dari negara-negara maju untuk berpartisipasi dalam implementasi rencana aksi CTI," katanya.

Ia menjelaskan sebelumnya pada Agustus 2007, Presiden telah mengusulkan CTI pada 5 negara yang termasuk segitiga terumbu karang dan dua anggota APEC yakni Amerika Serikat dan Australia. "Anggaran yang telah dikucurkan oleh AS mencapai 4,3 dollar AS dan Australia 1,5 dollar AS, ini semata-mata untuk mengembangkan upaya penyelamatan terumbu karang dengan menjalankan aksi secara tidak langsung," ujarnya.

Upaya tersebut, dikatakan Syamsul, diberikan dalam bentuk memberdayakan ekonomi kerakyatan masyarakat supaya tidak melakukan pengrusakan terumbu karang di wilayah tersebut, misalnya overfishing, illegal fishing. "Maka dengan CTI ini, kita bisa melarang orang untuk melakukan penrusakan terumbu karang, maka sebelum dideklarasikan kita sempurnakan dulu rencana aksinya dengan pendapat dari berbagai instansi pemerintah, NGO, peneliti dan akademisi," tuturnya.

Mengenai solusi perusakan terumbu karang, Syamsul mengatakan akan menerapkan manajemen buka tutup dalam penangkapan ikan. "Jadi kita tidak melarang penangkapan ikan, tapi akan diterapkan waktu-waktu tertentu tidak boleh menangkap ikan demi menunjang upaya konservasi laut dan sumber daya di dalamnya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau