PORTSMOUTH, RABU - Klub Premier League, Portsmouth, membantah bahwa mereka dikendalikan secara efektif oleh pedagang senjata yang sedang bermasalah, Arkadi Gaydamak. Selama ini, pemilik dan pengendali manajemen klub tetaplah putranya, Alexandre Gaydamak.
Arkadi Gaydamak memang sedang dalam pengejaran pemerintah Prancis untuk. Dia diduga telah melakukan perdagangan senjata ke Angola.
Sebelumnya, media Israel memang memberitakan bahwa Arkadi Gaydamak masih mengendalikan Portsmouth. Pengusaha yang berbasis di Israel itu juga memiliki klub di negeri itu, Beitar Jerusalem. Namun, berita itu langsung dibantah pihak Portsmouth.
Portsmouth mengatakan, klub itu tak ada hubungan sama sekali dengan Arkadi Gaydamak, kecuali pemiliknya adalah anaknya. Tapi, Alexandre Gaydamak buka boneka ayahnya dan dia berstatus independen sebagai pribadi maupun pengusaha.
"Kami agak kaget dengan berita itu. Sebab, faktanya Alexandre Gaydamak memiliki klub Portsmouth 100 persen dan tak ada perubahan sama sekali," tegas juru bicara Portsmouth.
Englis Premier League (EPL) pun terpaksa melakukan menyelidikan. Sebab, ada aturan, pemilik dan pengurus klub sepakbola harus bersih dari masalah hukum.
"Sebagai tanggapan atas berita itu, EPL sudah melakukan pengujian teliti dan dapat menegaskan bahwa Arkadi Gaydamak tidak mengendalikan Portsmouth. Fakta menyatakan, Alexandre Gaydamak yang memiliki dan mengendalikan Portsmouth," jelas EPL dalam pernyataannya.
Meski anaknya Arkadi, tapi Alexandre Gaydamak tidak terlibat masalah kriminal. Dia juga tak terlibat dengan bisnis gelap yang dilakukan oleh ayahnya. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang