Portsmouth Diduga Dikendalikan Pedagang Senjata

Kompas.com - 24/09/2008, 06:17 WIB

PORTSMOUTH, RABU - Klub Premier League, Portsmouth, membantah bahwa mereka dikendalikan secara efektif oleh pedagang senjata yang sedang bermasalah, Arkadi Gaydamak. Selama ini, pemilik dan pengendali manajemen klub tetaplah putranya, Alexandre Gaydamak.

Arkadi Gaydamak memang sedang dalam pengejaran pemerintah Prancis untuk. Dia diduga telah melakukan perdagangan senjata ke Angola.

Sebelumnya, media Israel memang memberitakan bahwa Arkadi Gaydamak masih mengendalikan Portsmouth. Pengusaha yang berbasis di Israel itu juga memiliki klub di negeri itu, Beitar Jerusalem. Namun, berita itu langsung dibantah pihak Portsmouth.

Portsmouth mengatakan, klub itu tak ada hubungan sama sekali dengan Arkadi Gaydamak, kecuali pemiliknya adalah anaknya. Tapi, Alexandre Gaydamak buka boneka ayahnya dan dia berstatus independen sebagai pribadi maupun pengusaha.

"Kami agak kaget dengan berita itu. Sebab, faktanya Alexandre Gaydamak memiliki klub Portsmouth 100 persen dan tak ada perubahan sama sekali," tegas juru bicara Portsmouth.

Englis Premier League (EPL) pun terpaksa melakukan menyelidikan. Sebab, ada aturan, pemilik dan pengurus klub sepakbola harus bersih dari masalah hukum.

"Sebagai tanggapan atas berita itu, EPL sudah melakukan pengujian teliti dan dapat menegaskan bahwa Arkadi Gaydamak tidak mengendalikan Portsmouth. Fakta menyatakan, Alexandre Gaydamak yang memiliki dan mengendalikan Portsmouth," jelas EPL dalam pernyataannya.

Meski anaknya Arkadi, tapi Alexandre Gaydamak tidak terlibat masalah kriminal. Dia juga tak terlibat dengan bisnis gelap yang dilakukan oleh ayahnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau