Terowongan Milisi Dibombardir, 20 Taliban Tewas

Kompas.com - 24/09/2008, 15:07 WIB

KHAR,RABU-Pesawat-pesawat tempur Pakistan membombardir serangkaian terowongan milisi di wilayah suku yang berbatasan dengan Afghanistan, dan menewaskan 20 orang milisi Taliban.

Serangan udara itu terjadi di Distrik Bajaur yang bergolak, di mana operasi militer besar-besaran pernah dilancarkan pada Agustus lalu dan menewaskan lebih dari 800 orang - sebagian besar di antara mereka anggota kelompok militan. Lebih 300.000 penduduk sipil telantar di kamp pengungsian akibat serangan itu.

"Sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan berulang-ulang semalam di kota-kota Rashakai, Khazana dan Takhata di mana milisi mempunyai terowongan-terowongan di bawah tanah," kata seorang pejabat keamanan lokal yang minta tak disebutkan jatidirinya, Rabu (24/9). "Pemboman sangat hebat dan pesawat-pesawat melakukannya berulangkali sampai Rabu dinihari," kata salah seorang penduduk.

Para pejabat setempat mengatakan serangan-serangan itu dilanjutkan lagi Rabu pagi di dua kota lainnya di Bajaur, menewaskan tujuh milisi lainnya.

Pemerintah Pakistan ditekan pemerintahan AS untuk membasmi kelompok militan Taliban dan Al-Qaeda, yang telah membangun tempat persembunyian  di wilayah-wilayah suku yang bergolak di Pakistan, di sepanjang perbatasannya dengan Afghanistan.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau