Batam Rawan Peredaran Susu China

Kompas.com - 24/09/2008, 17:22 WIB

BATAM, RABU - Peredaran susu asal China dan produk makanan berkandungan bahaya lainnya rawan beredar di Batam, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Ahmad Hijazi.
    
"Kita tidak punya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memonitor kandungan yang berbahaya," katanya di Batam, Rabu.
    
Ia mengatakan selama ini, yang melakukan pengawasan makanan di Batam Disperindag. Padahal menurut dia, dinas yang dipimpinnya itu tidak profesional menjalankan pengawasan makanan.

"Harus yang mengerti kimia. Kita tidak punya orang yang ahli itu," katanya.

Selain tidak ada BPOM, Batam rawan peredaran makanan berkandungan bahaya karena banyak produk impor yang beredar di kota tetangga Singapura.

Meski begitu, ia mengatakan Disperindag berupaya meminimalisir peredaran makanan yang tidak boleh dikonsumsi masyarakat.

"Dua hari ini, saya tugaskan staf memonitor susu dan makanan berbahan susu China yang dilarang BPOM pusat," katanya.

Ia mengatakan sampai Rabu pagi belum menerima daftar bahan makanan larang konsumsi dari BPOM.

"Kita pantau sesuai yang tertera di koran," katanya. Kepala BPOM memerintahkan penarikan produk susu dari Cina yang beredar di pasaran dalam negeri pada Selasa (23/9).
    
Tindakan itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan mengonsumsi produk susu asal Cina dengan ditemuknnya n susu formula terkontaminasi melamine--bahan kimia untuk membuat plastik-- di Cina beberapa waktu lalu yang telah mengakibatkan ribuan bayi sakit dan beberapa diantaranya meninggal dunia.

Jenis dan merek produk makanan yang harus diamankan antara lain yoghurt bermerek Jinwei Yoguoo (susu fermentasi rasa aneka buah, rasa buah dan rasa netral/plain), susu full cream merek Guozhen, Indo Eskrim Meiji Gold Monas (rasa coklat dan rasa vanila), Oreo (stik wafer, cocholate sandwich cookie), kembang gula coklat susu M&Ms, dan Snickers (biskuit nuget lapis coklat).

Ada pula makanan dan minuman merek Yili yakni Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar, Yili Red Bean Ice Bar, Yili Super Bean Chestnut Ice Bar, Yili Prestige, Yili High Calcium Low Fat Milk Baverage, Yili Choice Dairy Frozen Yogurt Bar With Real Peach and Pinepple Flavoured dan Yili High Calcium Milk Baverage.

Produk makanan mengandung susu lain yang juga harus diamankan adalah Chocliz Dark Chocolate, Dutch Lady Strawbery Flavoured Milk (ekspor Cina, Hongkong dan Singapura), Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit, Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk (katering), kembang gula rasa coklat Dove Choc dan kembang gula White Rabbit Creamy Candy.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau