Tes Urine Tak Jadi Kewajiban Pengemudi

Kompas.com - 24/09/2008, 17:53 WIB

MEDAN, RABU - Tes urine untuk mengetahui kadar alkohol dan pemakaian narkoba pada pengemudi angkutan Lebaran ternyata bukan kewajiban. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hanya bisa mengimbau agar pengemudi angkutan Lebaran mau secara suka rela melakukan tes urine. Tak ada sanksi bagi pengemudi angkutan Lebaran yang tak mau melakukan tes urine.

Sebelumnya Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, setiap sopir angkutan Lebaran akan menjalani tes urine. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Naruddin Dalimunthe, tes urine diperlukan guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat pengemudi angkutan Lebaran mengonsumsi narkoba atau minuman yang mengandung alkohol kadar tinggi.

Belakangan, melalui Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumut, Eddy Syofian, diungkapkan, Pemprov Sumut tak mewajibkan pengemudi angkutan Lebaran menjalani tes urine. Pemprov Sumut, lanjut Eddy, hanya mengimbau agar pengemudi melakukan tes urine. "Kami juga mengimbau kepada pengusaha pemilik angkutan Lebaran dan Organda (organisasi angkutan darat) agar pengemudi mau dites urine," ujar Eddy di Medan, Rabu (24/9).

Menurut Eddy, fasilitas dan pembiayaan tes urine untuk pengemudi angkutan Lebaran di Sumut ditanggung oleh PT Asuransi Jasa Raharja. Tes urine bisa dilakukan di dua tempat, yakni Termina l Bus Pinang Baris dan Terminal Bus Amplas, keduanya di Medan. PT Asuransi Jasa Raharja ini jadi bagian dari tim yang terlibat menangani angkutan Lebaran bersama Dinas Perhubungan. "Tetapi memang kami hanya sebatas mengimbau saja," katanya.

Saat ditanya bagaimana mungkin seorang pengemudi yang terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol atau narkoba, mau melakukan tes urine, Eddy hanya menjawab, Pemprov Sumut berharap pengusaha angkutan Lebaran atau Organda sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha bisa mengajak pengemudi mau melakukan tes urine. "Karena memang tidak ada kewajiban," ujarnya.

Menurut Naruddin, tidak ada sanksi apa pun jika pengemudi angkutan Lebaran tak mau melakukan tes urine. Ia mengatakan, Dinas Perhubungan tidak memfasilitasi pelaksanaan tes urine. "Ini kan programnya Jasa Raharja, kami tinggal mensingkronisasi kegiatan mereka dengan kami terkait program pengamanan arus Lebaran tahun ini," ujar Naruddin.

Dia pun mengaku tak bisa berbuat apa-apa jika pengemudi tak mau melakukan tes urine. "Kami hanya berharap supaya pengemudi itu mau melakukan tes urine. Namanya juga imbauan," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau