MEDAN, RABU - Tes urine untuk mengetahui kadar alkohol dan pemakaian narkoba pada pengemudi angkutan Lebaran ternyata bukan kewajiban. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hanya bisa mengimbau agar pengemudi angkutan Lebaran mau secara suka rela melakukan tes urine. Tak ada sanksi bagi pengemudi angkutan Lebaran yang tak mau melakukan tes urine.
Sebelumnya Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, setiap sopir angkutan Lebaran akan menjalani tes urine. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Naruddin Dalimunthe, tes urine diperlukan guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat pengemudi angkutan Lebaran mengonsumsi narkoba atau minuman yang mengandung alkohol kadar tinggi.
Belakangan, melalui Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumut, Eddy Syofian, diungkapkan, Pemprov Sumut tak mewajibkan pengemudi angkutan Lebaran menjalani tes urine. Pemprov Sumut, lanjut Eddy, hanya mengimbau agar pengemudi melakukan tes urine. "Kami juga mengimbau kepada pengusaha pemilik angkutan Lebaran dan Organda (organisasi angkutan darat) agar pengemudi mau dites urine," ujar Eddy di Medan, Rabu (24/9).
Menurut Eddy, fasilitas dan pembiayaan tes urine untuk pengemudi angkutan Lebaran di Sumut ditanggung oleh PT Asuransi Jasa Raharja. Tes urine bisa dilakukan di dua tempat, yakni Termina l Bus Pinang Baris dan Terminal Bus Amplas, keduanya di Medan. PT Asuransi Jasa Raharja ini jadi bagian dari tim yang terlibat menangani angkutan Lebaran bersama Dinas Perhubungan. "Tetapi memang kami hanya sebatas mengimbau saja," katanya.
Saat ditanya bagaimana mungkin seorang pengemudi yang terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol atau narkoba, mau melakukan tes urine, Eddy hanya menjawab, Pemprov Sumut berharap pengusaha angkutan Lebaran atau Organda sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha bisa mengajak pengemudi mau melakukan tes urine. "Karena memang tidak ada kewajiban," ujarnya.
Menurut Naruddin, tidak ada sanksi apa pun jika pengemudi angkutan Lebaran tak mau melakukan tes urine. Ia mengatakan, Dinas Perhubungan tidak memfasilitasi pelaksanaan tes urine. "Ini kan programnya Jasa Raharja, kami tinggal mensingkronisasi kegiatan mereka dengan kami terkait program pengamanan arus Lebaran tahun ini," ujar Naruddin.
Dia pun mengaku tak bisa berbuat apa-apa jika pengemudi tak mau melakukan tes urine. "Kami hanya berharap supaya pengemudi itu mau melakukan tes urine. Namanya juga imbauan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang