Bengkel Diserbu Pemilik Motor Untuk Persiapan Mudik

Kompas.com - 24/09/2008, 22:15 WIB

BANDUNG, RABU - Bengkel-bengkel di Kota Bandung diserbu para pemilik sepeda motor. Mereka menginginkan kendaraannya diservis sebagai persiapan mudik. Dampaknya, permintaan servis dan penjualan suku cadang meningkat. Para montir pun ditekankan memberi servis yang lebih baik.

Kepala Cabang Merdeka Motor Mandiri, Saefuloh di Bandung, Rabu (24/9), mengatakan, sebelum meningkat, jumlah sepeda motor yang diservis di bengkelnya sekitar 30-40 unit per hari. Sejak seminggu lalu, jumlah itu naik menjadi 55-60 unit per hari. Diperkirakan, jumlah itu mencapai puncaknya hingga 70 sepeda motor per hari mulai Jumat ini hingga Senin mendatang.  

"Setelah itu, bengkel tutup sampai Senin pertama Oktober nanti. Banyak yang datang akhir pekan karena sebagian pemudik sudah libur," katanya.

Kebanyakan pengemudi meminta agar kondisi sepeda motornya disesuaikan untuk perjalanan jauh. Biaya servis berkisar Rp 20.000-27.000 per sepeda motor. Suku cadang pun diganti sehingga penjualan komponen itu meningkat siginfikan.

Menurut Saefuloh, suku cadang yang paling banyak terjual antara lain ban, rantai, dan gir. Setelah Lebaran, bengkel diperkirakan sepi selama satu hingga dua minggu. Jumlah sepeda motor yang masuk kurang dari 30 unit per hari karena masih banyak pemudik berada di daerah asalnya.

Setelah itu, keadaan akan kembali normal. Saefuloh mengatakan, para mekanik harus bekerja sungguh-sungguh dalam menservis sepeda motor. Sebab, kesalahan akan berakibat fatal bila sepeda motor sedang digunakan di perjalanan.

Kepala Cabang Berlian Merdeka, Deborah Vona mengatakan, jumlah pengemudi yang membawa sepeda motornya untuk mendapatkan perawatan, meningkat mendekati Lebaran dibandingkan hari biasa. Jumlah itu naik dari 35 unit per hari menjadi 40 unit.

"Bengkel terakhir buka Sabtu (besok). Menjelang Lebaran, kami memperpanjang jam tutup dari pukul 17.00 menjadi 20.00," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau