JAKARTA, RABU - Seluruh AirAsia, baik itu yang ada di Malaysia, Indonesia, maupun Thailand akan menggunakan armada baru yakni Airbus A320. Pesawat buatan Perancis tersebut akan menggantikan peran pendahulunya pesawat Boeing 737-200. AirAsia Indonesia sendiri akan mengoperasikan sebanyak 42 unit Airbus A320 dalam lima tahun kedepan.
Sebenarnya apa keunggulan pesawat Airbus yang berkantor di Toulouse, Perancis tersebut dibandingkan dengan Boeing 737-200? Menurut pilot yang menerbangkan Airbus A320 dari Perancis menuju Indonesia, Iwan Setiawan, keunggulan Airbus A320 dibanding Boeing 737-200 terletak pada pemakaian mesin CFM-56-5B dari CFM Internasional dan beberapa kecanggihan teknologi modern yang telah diapplikasi, seperti pengembangan Fly by Wire yang digadang mampu menghemat konsumsi bahan bakar.
Karena dengan teknologi tersebut, dapat memudahkan pilot dalam menjalankan dan mengontrol laju pesawat terbang. Iwan mengatakan, teknologi Fly by Wire membuat mekanisme pesawat dapat dilakukan secara separuh hidrolis, sedangkan Boeing 737-200 mekanismenya masih seluruhnya menggunakan tenaga hidrolik.
"Sebab separuh mekanisme Airbus A320 dikerjakan dengan sistem transformasi yang langsung diinput dari komputer dan panel navigasi yang ada di dalam kabin pilot, jadi membuat mekanisme dapat cepat dikerjakan oleh peralatan pendukung, seperti sayap pesawat maupun mesin," katanya di sela acara pengenalan Airbus A320 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (24/9).
Selain itu, keunggulan A320 terletak pada model tuas kemudi yang telah mengaplikasi bentuk tuas pesawat jet tempur yang berada di bagian samping pilot. "Dengan model tuas side stick ini, memudahkan kami dalam menjalankan pesawat. Dengan tuas ini kami tidak kerepotan mengendalikan pesawat saat pesawat landing dan take off, dan dengan posisi tuas kemudi di samping membuat kami bisa mempelajari navigasi atau membaca buku petunjuk tanpa direpotkan oleh posisi tuas kemudi," lanjutnya.
Dengan panjang keselurahan bodi pesawat 37,57 meter dan panjang sayap 34,09 meter, pengaplikasian Fly by Wire juga memudahkan pesawat saat memakai landasan. "Panjang lintasan 2.000 meter sudah cukup kok untuk lepas landas dan landing dengan pesawat ini, namun tergantung kualitas landasannya juga," ungkap Iwan.
Karena menurut Iwan, tidak semua landasan maupun Airport mempunyai kualitas landasan yang sama. Dibantu oleh thrust, Airbus A320 dapat didaratkan sesuai dengan kapasitas penumpang dan berat keselurhan pesawat. "Jadi bila pesawat tidak terlalu penuh, maka kami dapat memposisikan thrust posisi tengah, dan jika penumpang penuh serta kabin bagasi juga penuh baru kita posisikan thrust pada posisi mentok. Karena posisi thrust juga memengaruhi konsumsi bahan bakar pesawat," jelasnya.
Airbush A320 juga dilengkapi dengan tempat duduk untuk penumpang yang terbuat dari kulit, dengan kapasitas mampu menampung sebanyak 180 penumpang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang