Airbus A320 Memakai Sistem Fly By Wire

Kompas.com - 25/09/2008, 05:29 WIB

JAKARTA, RABU - Seluruh AirAsia, baik itu yang ada di Malaysia, Indonesia, maupun Thailand akan menggunakan armada baru yakni Airbus A320. Pesawat buatan Perancis tersebut akan menggantikan peran pendahulunya pesawat Boeing 737-200. AirAsia Indonesia sendiri akan mengoperasikan sebanyak 42 unit Airbus A320 dalam lima tahun kedepan.

Sebenarnya apa keunggulan pesawat Airbus yang berkantor di Toulouse, Perancis tersebut dibandingkan dengan Boeing 737-200? Menurut pilot yang menerbangkan Airbus A320 dari Perancis menuju Indonesia, Iwan Setiawan, keunggulan Airbus A320 dibanding Boeing 737-200 terletak pada pemakaian mesin CFM-56-5B dari CFM Internasional dan beberapa kecanggihan teknologi modern yang telah diapplikasi, seperti pengembangan Fly by Wire yang digadang mampu menghemat konsumsi bahan bakar.

Karena dengan teknologi tersebut, dapat memudahkan pilot dalam menjalankan dan mengontrol laju pesawat terbang. Iwan mengatakan, teknologi Fly by Wire membuat mekanisme pesawat dapat dilakukan secara separuh hidrolis, sedangkan Boeing 737-200 mekanismenya masih seluruhnya menggunakan tenaga hidrolik.

"Sebab separuh mekanisme Airbus A320 dikerjakan dengan sistem transformasi yang langsung diinput dari komputer dan panel navigasi yang ada di dalam kabin pilot, jadi membuat mekanisme dapat cepat dikerjakan oleh peralatan pendukung, seperti sayap pesawat maupun mesin," katanya di sela acara pengenalan Airbus A320 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (24/9).

Selain itu, keunggulan A320 terletak pada model tuas kemudi yang telah mengaplikasi bentuk tuas pesawat jet tempur yang berada di bagian samping pilot. "Dengan model tuas side stick ini, memudahkan kami dalam menjalankan pesawat. Dengan tuas ini kami tidak kerepotan mengendalikan pesawat saat pesawat landing dan take off, dan dengan posisi tuas kemudi di samping membuat kami bisa mempelajari navigasi atau membaca buku petunjuk tanpa direpotkan oleh posisi tuas kemudi," lanjutnya.

Dengan panjang keselurahan bodi pesawat 37,57 meter dan panjang sayap 34,09 meter, pengaplikasian Fly by Wire juga memudahkan pesawat saat memakai landasan. "Panjang lintasan 2.000 meter sudah cukup kok untuk lepas landas dan landing dengan pesawat ini, namun tergantung kualitas landasannya juga," ungkap Iwan.

Karena menurut Iwan, tidak semua landasan maupun Airport mempunyai kualitas landasan yang sama. Dibantu oleh thrust, Airbus A320 dapat didaratkan sesuai dengan kapasitas penumpang dan berat keselurhan pesawat. "Jadi bila pesawat tidak terlalu penuh, maka kami dapat memposisikan thrust posisi tengah, dan jika penumpang penuh serta kabin bagasi juga penuh baru kita posisikan thrust pada posisi mentok. Karena posisi thrust juga memengaruhi konsumsi bahan bakar pesawat," jelasnya.

Airbush A320 juga dilengkapi dengan tempat duduk untuk penumpang yang terbuat dari kulit, dengan kapasitas mampu menampung sebanyak 180 penumpang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau