KARAWANG, KAMIS- Hingga tengah hari tadi, setidaknya sudah lebih dari 2.000 sepeda motor pemudik melintas di jalur Pantura ke arah Cirebon/Jawa Tengah sejak pagi tadi. Data itu didapat Pos Penghitungan Dinas Perhubungan Jawa Barat di Jembatan Timbang Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Sedangkan mobil pribadi yang menuju Cirebon dan Jawa Tengah tercatat 1.613 mobil dan bus besar 329 unit.
Dari arah sebaliknya, dari Cirebon dan Jawa tengah menuju Jakarta dan Cikampek, jumlah sepeda motor yang melintas tercatat 882 unit, dan 498 mobil pribadi, serta 240 bus.
Berdasarkan data pos penghitungan Jembatan Timbang Balonggandu, sebanyak 43.695 kendaraan berbagai jenis melintas di jalur Pantura wilayah Karawang menuju Cirebon dan Jawa Tengah pada H-7, Rabu (24/9) kemarin. Dari angka itu, 21.515 unit di antaranya merupakan sepeda motor, 9.692 mobil pribadi, dan 2.439 bus besar.
Ogah panas
Sejumlah pemudik bersepeda motor menyatakan, dirinya memilih berangkat pagi untuk menghindari cuaca panas di jalur pantura. Selain cuaca panas yang tak mengenakkan badan, bersepeda motor pada siang yang terik juga menyebabkan rasa kantuk. Apalagi angin pantai sering berembus kencang.
"Selain karena panas, mengendarai sepeda motor pada siang hari juga mengantuk. Saya tidak berani melanjutkan perjalanan pada siang ini," kata Ruba’i (43), salah seorang pemudik tujuan Indramayu, saat ditemui di sebuah SPBU jalur Pantura wilayah Karawang.
Ia mengaku rela beristirahat berjam-jam agar tidak mengemudikan sepeda motor pada siang hari, karena rawan terjadi kecelakaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang