Pemudik Motor Sudah 2.000 Lebih

Kompas.com - 25/09/2008, 14:01 WIB

KARAWANG, KAMIS- Hingga tengah hari tadi, setidaknya sudah lebih dari 2.000 sepeda motor pemudik melintas di jalur Pantura ke arah Cirebon/Jawa Tengah sejak pagi tadi. Data itu didapat Pos Penghitungan Dinas Perhubungan Jawa Barat di Jembatan Timbang Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. 

Sedangkan mobil pribadi yang menuju Cirebon dan Jawa Tengah tercatat 1.613 mobil dan bus besar 329 unit.  

Dari arah sebaliknya, dari Cirebon dan Jawa tengah menuju Jakarta dan Cikampek, jumlah sepeda motor yang melintas tercatat 882 unit, dan 498 mobil pribadi, serta 240 bus. 

Berdasarkan data pos penghitungan Jembatan Timbang Balonggandu, sebanyak 43.695 kendaraan berbagai jenis melintas di jalur Pantura wilayah Karawang menuju Cirebon dan Jawa Tengah pada H-7, Rabu (24/9) kemarin. Dari angka itu, 21.515 unit di antaranya merupakan sepeda motor, 9.692 mobil pribadi, dan 2.439 bus besar.

Ogah panas

Sejumlah pemudik bersepeda motor menyatakan, dirinya memilih berangkat pagi untuk menghindari cuaca panas di jalur pantura.  Selain cuaca panas yang tak mengenakkan badan, bersepeda motor pada siang yang terik juga menyebabkan rasa kantuk. Apalagi angin pantai sering berembus kencang.

"Selain karena panas, mengendarai sepeda motor pada siang hari juga mengantuk. Saya tidak berani melanjutkan perjalanan pada siang ini," kata Ruba’i (43), salah seorang pemudik tujuan Indramayu, saat ditemui di sebuah SPBU jalur Pantura wilayah Karawang.  

Ia mengaku rela beristirahat berjam-jam agar tidak mengemudikan sepeda motor pada siang hari, karena rawan terjadi kecelakaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau