WINA, KAMIS - Sekitar 3.000 pakar kesehatan berkumpul di Wina, Austria untuk menghadiri konferensi Internasional selama empat hari mengenai pencegahan dan perawatan stroke. Salah masalah yang mengemuka dalam konferensi adalah fakta bahwa stroke kini semakin merebak di kawasan Asia akibat berubahnya gaya hidup masyarakat.
"Kondisi yang demikian ini telah menggeser kanker dan itu terjadi karena penyebarannya yang cepat di Asia," kata satu pakar yang juga ketua konferensi Michael Brainin seperti dilansir AFP, Rabu (24/9)
Meningkatnya prevalensi serangan stroke di seluruh dunia juga berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol, hipertensi serta gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi minuman keras, rokok dan obat-obatan tertentu. Namun demikian, para peneliti menegaskan bahwa kasus stroke dapat dicegah atau konsekuensinya dibatasi begitu stroke menyerang melalui penanganan medis yang cepat dan segera.
Di Austria sendiri, sekitar 40 persen korban akibat stroke dirawat di rumah sakit kurang dari 90 menit. Waktu tersebut merupakan rekor dunia. Di negara berpenduduk sekitar 8,3 juta orang tersebut, kini tersedia 32 unit khusus layanan stroke. Menurut data Kementerian Kesehatan Austria, kematian akibat stroke di sana menurun dari 14.737 pada 1970 menjadi 5.611 pada 2006.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang