Kasus Stroke Makin Merebak di Asia

Kompas.com - 25/09/2008, 14:30 WIB

WINA, KAMIS - Sekitar 3.000 pakar kesehatan berkumpul di Wina, Austria untuk menghadiri konferensi Internasional selama empat hari mengenai pencegahan dan perawatan stroke. Salah masalah yang mengemuka dalam konferensi adalah fakta bahwa stroke kini semakin merebak di kawasan Asia akibat berubahnya gaya hidup masyarakat.
    
"Kondisi yang demikian ini telah menggeser kanker dan itu terjadi karena penyebarannya yang cepat di Asia," kata satu pakar  yang juga ketua konferensi Michael Brainin  seperti dilansir AFP, Rabu (24/9)

Meningkatnya prevalensi serangan stroke di seluruh dunia juga berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol, hipertensi serta gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi minuman keras, rokok dan obat-obatan tertentu. Namun demikian, para peneliti menegaskan bahwa kasus stroke dapat dicegah atau konsekuensinya dibatasi begitu stroke menyerang melalui penanganan medis yang cepat dan segera.

Di Austria sendiri, sekitar 40 persen korban akibat stroke dirawat di rumah sakit kurang dari 90 menit. Waktu tersebut merupakan rekor dunia.  Di negara berpenduduk sekitar 8,3 juta orang tersebut, kini tersedia 32 unit khusus layanan stroke. Menurut data Kementerian Kesehatan Austria, kematian akibat stroke di sana menurun dari 14.737 pada 1970 menjadi 5.611 pada 2006.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau