GARUT, KAMIS - Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, menerjunkan 714 personil, terdiri 76 dokter, 624 paramedis serta 14 apoteker dengan 39 ambulans guna mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat sejak H-7 hingga H+7 Lebaran Idul Fitri.
Selain itu juga disiagakan 63 Puskesmas secara non stop atau 1x24 jam, kata Kepala Dinas Kesehatan Garut dr H Hendy Budiman M.Kes di Garut, Kamis.
Dari sebanyak 63 Puskesmas tersebut termasuk 13 Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) di seluruh Kabupaten Garut.
Selain itu, katanya, dibentuk Pos Kesehatan Khusus yang terintegrasi dengan Pos pengamanan Lebaran Idul Fitri lainnya, pada sembilan lokasi.
Diantaranya pada ruas jalan Cijapati, Kiara Dodot Kadungora, Limbangan, Malangbong, Leuwigoong, Ngamplang, Bojongloa (perbatasan Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya).
Kemudian dibentuk pula Pos Kesehatan pada 12 lokasi wisata, diantaranya Cipanas, gunungapi Papandayan, Situ Bagendit, Situ Cangkuang, Pantai Santolo serta pantai Cijeruk kawasan Garut selatan.
Sedangkan jenis obat-obatan yang disediakan standar kegawat-daruratan, namun jika terdapat pasien sakit atau luka parah telah dikoordinasikan dengan pihak rumah sakit guna dilakukan rujukan, katanya.
Dikatakannya, dari pantauannya di lapangan, hingga Kamis siang tidak terjadi kasus gangguan kesehatan mencolok yang dialami pemudik, yang memang masih belum berlangsung puncaknya arus mudik.
Sementara itu Pos Kesehatan Terminal Guntur yang dikelola Puskesmas Haur Panggung, beroperasi sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB, namun jika terdapat pasien yang perlu rawat inap bisa langsung ditangani Puskesmas tersebut.
Kamis sore sekitar 50 pasien mudik menjalani pemeriksaan Pos Kesehatan, dengan keluhan pusing, mual, grastitis dan pegal-linu.