JAKARTA, KAMIS - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) melengkapi infrastruktur guna mendukung program konversi elpiji 3 kilogram.
"Ketersediaan infrastruktur seperti SPBBE (stasiun pengisian bahan bakar elpiji) di Jakarta masih kurang, pemerintah dan Pertamina mesti melengkapinya," kata Direktur Eksekutif Puskepi, Sofyano Zakaria di Jakarta, Kamis (25/9).
Ia juga meminta, pemerintah dan Pertamina membangun infrastruktur elpiji di daerah konversi di luar Jawa seperti Bali dan Palembang. "Jangan sampai kekisruhan yang terjadi di Jawa, terulang di luar Jawa," tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, ketersediaan tabung dan kompor gas juga harus cukup agar masyarakat yang sudah beralih ke elpiji bisa mendapat jaminan pasokan.
Sofyano mengkhawatirkan, jika infrastruktur tidak dilengkapi, Puskepi pesimistis program konversi akan selesai tahun 2009.
Program konversi, lanjutnya, telah terbukti menghemat anggaran negara, sehingga harus tetap berjalan. "Meski pemerintahan berganti pada 2009, konversi tetap harus jalan," ujarnya.
Sejalan dengan pelaksanaan program konversi, pemerintah mesti serius mengembangkan energi alternatif sebagai pengganti BBM. "Pemerintah juga mesti membuat aturan dan sanksi yang tegas bagi masyarakat yang masih boros energi," kata Sofyano.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang