Tiga Hari Angkutan Lebaran, 41 Tewas

Kompas.com - 26/09/2008, 11:48 WIB

JAKARTA, JUMAT — Kepolisian Republik Indonesia mengumumkan, hingga H-5 atau tiga hari angkutan Lebaran 2008, sedikitnya telah terjadi 118 kecelakaan yang menewaskan 41 orang di jalan raya di seluruh Indonesia.

"Korban tewas mencapai 41 orang. Hari pertama 35 orang tewas dan pagi ini (26/9) enam orang tewas," kata Wakil Kepala Badan Pembinaan Keamanan (Babinkam) Polri Irjen Polisi A Boedihardjo kepada pers seusai meninjau Pos Pengamanan Cikopo-Cikampek, Purwakarta, Jumat (26/9).

Peninjauan tersebut juga dihadiri pihak terkait, antara lain PT Jasa Rahardja yang dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan bagi polisi. Menurut Boedihardjo, seluruh korban kecelakaan tersebut, merupakan akumulasi dari peristiwa kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia.
 
"Hari pertama (24/9) masuk laporan 87 peristiwa kecelakaan," katanya. Sedangkan, Jumat pagi terjadi lagi 31 kecelakaan lalu lintas dengan korban enam orang meninggal, termasuk peristiwa menonjol di Sukamandi antara bus dan L-300.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengguna lalu lintas selama arus mudik/balik ini untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. "Kami juga akan mengecek ke lapangan, berbagai penghalang terjadinya kecelakaan yang sudah dijanjikan pihak terkait seperti pembatas jalan dan sebagianya. Kalau ternyata belum, akan kami tagih," katanya.

Menanggapi hal itu, Dirut PT Jasa Rahardja Diding S Anwar kembali menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan lalu lintas tersebut, kecuali kecelakaan tunggal, dijamin mendapatkan santunan Jasa Rahardja. "Untuk korban tewas Rp 25 juta, luka berat Rp 10 juta (maksimum biaya perawatan) dan cacat tetap Rp 25 juta," katanya.

Terkait dengan musim angkutan Lebaran tahun ini, PT Jasa Rahardja, kata Diding, menyiapkan 130 petugas pelayanan santunan keliling di jalur mudik/balik di seluruh Indonesia. "Mereka akan membantu proses pencairan santunan. Paling lama lima hari kerja sejak peritiwa,a hli waris atau korban kecelakaan dipastikan dapat santunan," katanya.

Tidak hanya itu, 30 kantor cabang PT Jasa Rahardja di seluruh Indonesia, khususnya yang bersentuhan dengan jalur mudik, disiagakan. "Selain itu, kami juga menyiapkan pemijat gratis untuk awak atau  pengemudi angkutan umum di titik lelah perjalanan. Petugas kami stand by di Poskotis Kepolisian dan petugas gabungan lainnya," kata Diding.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau