Laporan Wartawan PersdaNetwork
JAKARTA, JUMAT - Ludesnya tiket pesawat udara beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran, serta masih banyaknya permintaan konsumen yang akan mudik pada waktu tersebut membuat pemerintah mempertimbangkan pembukaan penerbangan tengah malam. Namun ternyata hingga saat ini belum ada maskapai yang mengusulkan untuk menambah penerbangan tengah malam.
Kepala Sub Direktorat Angkutan Udara Dalam Negeri Departemen Perhubungan, Hemi Pamuraharjo mengatakan, sejauh ini tidak ada permintaan dari maskapai untuk menambah penerbangan tengah malam. "Untuk melakukan penambahan penerbangan tengah malam harus koordinasi
dengan bandara dulu baru minta ijin kepada pemerintah. Hingga saat ini belum ada indikasi permintaan itu," kata Hemi saat dihubungi PersdaNetwork di Jakarta, Jumat (26/9).
Penerbangan tengah malam biasanya dilakukan di atas pukul 24.00 waktu setempat hingga menjelang subuh. Hal itu dilakukan untuk menghindari
padatnya jadwal penerbangan di siang hari. Biasanya maskapai memberlakukan penerbangan tengah malam untuk rute dari Jakarta tujuan Indonesia bagian timur.
Tahun lalu, sejumlah maskapai memberlakukan penerbangan malam karena permintaan sangat banyak. Namun, hanya bandara tertentu yang bisa dilewati pesawat tengah malam karena keterbatasan sarana lampu penunjuk.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Budhi Muliawan Suyitno mengimbau kepada maskapai untuk melakukan penerbangan tengah malam untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang pesawat. "Penerbangan tengah malam itu kan seperti kereta sapu jagat, jadi kita mengimbau agar maskapai membuka pelayanan penerbangan tengah malam," kata Budhi.
Sementara juru bicara Batavia Air, Edi Haryono mengatakan, pihaknya tidak mengajukan penambahan penerbangan malam karena pelayanan Batavia telah optimal. Menghadapi Lebaran kali ini, Batavia telah menambah penerbangan di sepuluh rute. "Tapi extra flight dilakukan pada siang hari," kata Edi.
Sejauh ini pihaknya juga telah melakukan penerbangan pada rute reguler yaitu dari Jakarta ke Gorontalo, Ambon dan Ternate.
Gunawan)