Penerbangan Tengah Malam Sepi

Kompas.com - 26/09/2008, 13:03 WIB

Laporan Wartawan PersdaNetwork Hendra Gunawan

JAKARTA, JUMAT - Ludesnya tiket pesawat udara beberapa hari sebelum dan sesudah  Lebaran, serta masih banyaknya permintaan konsumen yang akan mudik pada  waktu tersebut membuat pemerintah mempertimbangkan pembukaan penerbangan  tengah malam. Namun ternyata hingga saat ini belum ada maskapai yang mengusulkan untuk  menambah penerbangan tengah malam.

Kepala Sub Direktorat Angkutan Udara  Dalam Negeri Departemen Perhubungan, Hemi Pamuraharjo mengatakan, sejauh  ini tidak ada permintaan dari maskapai untuk menambah penerbangan tengah  malam. "Untuk melakukan penambahan penerbangan tengah malam harus koordinasi
dengan bandara dulu baru minta ijin kepada pemerintah. Hingga saat ini belum ada indikasi permintaan itu," kata Hemi saat dihubungi PersdaNetwork  di Jakarta, Jumat (26/9).

Penerbangan tengah malam biasanya dilakukan di atas pukul 24.00 waktu  setempat hingga menjelang subuh. Hal itu dilakukan untuk menghindari
padatnya jadwal penerbangan di siang hari. Biasanya maskapai memberlakukan  penerbangan tengah malam untuk rute dari Jakarta tujuan Indonesia bagian timur.

Tahun lalu, sejumlah maskapai memberlakukan penerbangan malam karena  permintaan sangat banyak. Namun, hanya bandara tertentu yang bisa dilewati  pesawat tengah malam karena keterbatasan sarana lampu penunjuk.

 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Budhi Muliawan  Suyitno mengimbau kepada maskapai untuk melakukan penerbangan tengah malam  untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang pesawat. "Penerbangan tengah malam itu kan seperti kereta sapu jagat, jadi kita  mengimbau agar maskapai membuka pelayanan penerbangan tengah malam," kata  Budhi.

Sementara juru bicara Batavia Air, Edi Haryono mengatakan, pihaknya tidak  mengajukan penambahan penerbangan malam karena pelayanan Batavia telah  optimal. Menghadapi Lebaran kali ini, Batavia telah menambah penerbangan di  sepuluh rute. "Tapi extra flight dilakukan pada siang hari," kata Edi.

Sejauh ini pihaknya juga telah melakukan penerbangan pada rute reguler  yaitu dari Jakarta ke Gorontalo, Ambon dan Ternate.
Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau