Cakar "Macan Putih" Bikin "Macan Kemayoran" Menggelepar

Kompas.com - 27/09/2008, 00:20 WIB

JAKARTA, JUMAT - Persija Jakarta tak berdaya menghadapi Persik Kediri saat mereka berduel di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (26/9) malam, dalam lanjutan Djarum Indonesia Super Liga. Tim "Macan Kemayoran" itu justru harus menanggung malu karena luka cakaran "Macan Putih" yang akhirnya menang 3-1.

Christian Gonzalez yang mengawali pesta kemenangan Persik di markas Persija itu. Striker dengan sebutan El Loco tersebut sudah membobol gawang tuan rumah pada menit keempat sebelum ditambah lagi oleh dua gol Budi Sudarsono. Sementara itu satu-satunya gol Persija disumbang oleh Bambang Pamungkas.

Sejak wasit Mukhlis meniup peluit kick-off, Persik langsung mengambil inisiatif menyerang. Alhasil, mereka sudah unggul pada menit keempat ketika Gonzalez lolos dari kawalan barisan belakang Persija sebelum memperdaya kiper Hendro Kartiko.

Terkejut dengan gol cepat tamunya itu, Persija berusaha bangkit. Tim besutan Danurwindo yang sebelumnya baru mengenyam satu kekalahan terus mengurung pertahanan Persik, tetapi sampai dengan babak pertama usai mereka gagal mencetak gol balasan.

Di awal babak kedua, Persija tetap bernafsu untuk mengejar defisit gol. Tetapi lagi-lagi usaha Aliyudin dan kawan-kawan tetap menemui jalan buntu karena rapatnya barisan belakang Persik yang dikomando oleh Mahyadi Pangabean.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Persija justru kebobolan lagi. Pada menit ke-52, Budi membuat sekitar 20 ribu suporter tuan rumah terhenyak karena bola tembakannya dari jarak jauh tak kuasa dihalau oleh Hendro. Persija unggul 2-0.

Belum hilang rasa kagetnya, kubu Persija kembali mendapat pukulan telak. Hanya berselang lima menit, Budi yang merupakan mantan pemain Persija itu kembali memaksa Hendro memungut bola dari dalam jaring gawangnya karena dia mencetak gol lagi.

Meskipun sudah sulit mengejar ketinggalan tiga gol itu, Persija tetap memberikan perlawanan sekuat tenaga. Pada menit ke-62, Bambang Pamungkas mampu mengecilkan ketinggalan timnya karena dia berhasil mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Di tengah perjuangan beratnya untuk mengejar ketinggalan, Persija malah kehilangan satu pemain. Pada menit ke-84, Ramdani Lestaluhu terpaksa meninggalkan lapangan pertandingan setelah dia mendapat kartu kuning kedua dalam laga tersebut.

Kondisi tersebut membuat Persija semakin sulit untuk mengejar ketinggalannya. Benar saja, sampai pertandingan usai skor 3-1 tak berubah sehingga Persik yang menjadi juara Liga Indonesia 2006 itu berhak meraup tiga poin dari kandang Persija.

Keberhasilan ini membuat pelatih Persik, Arcan Iurie, sangat gembira. Dia mengaku, mereka akan terus mempertahankan momentum ini sehingga bisa memperbaiki posisi di klasemen sementara. "Masih ada game selanjutnya untuk memperbaiki posisi," ungkap mantan pelatih Persija itu.

Sementara itu pelatih Persija, Danurwindo, memuji penampilan Persik. Dia juga mengaku Persija banyak membuang peluang emas sehingga mereka harus membayar mahal atas kegagalan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau