100 Tahun Sejarah Arsenal Kontra Hull

Kompas.com - 27/09/2008, 03:21 WIB

LONDON, SABTU - Sudah 100 tahun lalu Arsenal kalah dari Hull City. Kini, klub kecil itu ingin mengulanginya dalam lanjutan Premier League, Sabtu (27/9). Namun, The Gunners tak akan membiarkannya, juga  tak ingin terjengkang dari posisi puncak klasemen sementara.

"Saya sudah lihat permainan Arsenal. Dalam 20 sampai 25 menit, mereka memainkan sepakbola yang paling menggairahkan yang pernah saya tonton," kata pelatih Hull City, Phil Brown.

Tempo tinggi yang dimainkan Arsenal, katanya, merupakan salah satu kelebihan. Namun, dia sudah menyiapkan strategi untuk meredam dan ingin mengulang kemenangan 100 tahun lalu.

"Anda harus menangkap mereka untuk memenangkan pertandingan. Kami memiliki kelebihan dalam hal fisik. Kemampuan kami dalam menyundul bola, mentekel, dan melakukan intersepsi sangat bagus. Itu menjadi senjata utama kami musim ini," ancam Brown.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger sendiri tak merendahkan Hull City. Tim promosi ini tampil cukup lumayan di Premier League, mampu membukukan nilai 8 dari lima pertandingan.

"Saya sudah melihat permainan mereka di Bolton. Sejauh ini permainan Hull City cukup fantastis. Mereka termasuk paket kejutan. Itu sudah cukup menjadi peringatan buat kami," aku Wenger.

Namun, Wenger juga mengingatkan kepada pemainnya dan lawan soal tekel. Dia berharap lawan menggunakan tekel sebaik mungkin, bukan menerapkan permainan kasar.

"Tekel yang bagus indah ditonton, seperti halnya tendangan voli. Tapi, harus benar-benar yakin tentang kualitas tekel dan harus dilakukan dengan satu kaki. Saya tak pernah bisa memahami kenapa pemain melakukan tekel dengan dua kaki," ingatnya.

Wenger akan merayakan masa kerjanya di Arsenal selama 12 tahun, ketika timnya menghadapi Hull City. Dia dituntut untuk kembali juara, setelah terakhir mereka sukses pada 2004.

"Banyak cara untuk sukses, tak sekadar soal investasi pemain. Memiliki banyak uang sangat penting, tapi itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan," jelasnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau