LONDON, SABTU - Sudah 100 tahun lalu Arsenal kalah dari Hull City. Kini, klub kecil itu ingin mengulanginya dalam lanjutan Premier League, Sabtu (27/9). Namun, The Gunners tak akan membiarkannya, juga tak ingin terjengkang dari posisi puncak klasemen sementara.
"Saya sudah lihat permainan Arsenal. Dalam 20 sampai 25 menit, mereka memainkan sepakbola yang paling menggairahkan yang pernah saya tonton," kata pelatih Hull City, Phil Brown.
Tempo tinggi yang dimainkan Arsenal, katanya, merupakan salah satu kelebihan. Namun, dia sudah menyiapkan strategi untuk meredam dan ingin mengulang kemenangan 100 tahun lalu.
"Anda harus menangkap mereka untuk memenangkan pertandingan. Kami memiliki kelebihan dalam hal fisik. Kemampuan kami dalam menyundul bola, mentekel, dan melakukan intersepsi sangat bagus. Itu menjadi senjata utama kami musim ini," ancam Brown.
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger sendiri tak merendahkan Hull City. Tim promosi ini tampil cukup lumayan di Premier League, mampu membukukan nilai 8 dari lima pertandingan.
"Saya sudah melihat permainan mereka di Bolton. Sejauh ini permainan Hull City cukup fantastis. Mereka termasuk paket kejutan. Itu sudah cukup menjadi peringatan buat kami," aku Wenger.
Namun, Wenger juga mengingatkan kepada pemainnya dan lawan soal tekel. Dia berharap lawan menggunakan tekel sebaik mungkin, bukan menerapkan permainan kasar.
"Tekel yang bagus indah ditonton, seperti halnya tendangan voli. Tapi, harus benar-benar yakin tentang kualitas tekel dan harus dilakukan dengan satu kaki. Saya tak pernah bisa memahami kenapa pemain melakukan tekel dengan dua kaki," ingatnya.
Wenger akan merayakan masa kerjanya di Arsenal selama 12 tahun, ketika timnya menghadapi Hull City. Dia dituntut untuk kembali juara, setelah terakhir mereka sukses pada 2004.
"Banyak cara untuk sukses, tak sekadar soal investasi pemain. Memiliki banyak uang sangat penting, tapi itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan," jelasnya. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang