2.152 Caleg Dicoret

Kompas.com - 27/09/2008, 07:59 WIB

JAKARTA, SABTU-Komisi Pemilihan Umum mencoret 2.152 calon anggota legislatif dari 38 partai politik peserta Pemilu 2009. KPU telah memverifikasi 14.020 caleg dan setelah diverifikasi jumlah itu tinggal 11.868 caleg.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam penetapan daftar calon sementara (DCS) yang dilaksanakan Jumat (26/9) sekitar pukul 20.45 dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan dan Pengumuman DCS Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Pada rapat pleno terbuka itu, KPU menetapkan DCS DPR sebanyak 11.868 caleg dan DCS DPD sebanyak 1.127 orang. Partai Hanura mengajukan caleg paling banyak, yaitu 673 orang, atau lebih banyak daripada 120 persen jumlah kursi DPR. Adapun calon anggota DPD yang paling banyak berasal dari Provinsi Banten, yaitu 69 calon.

Perwakilan parpol yang menjadi penghubung antara parpol dan KPU semalam mengecek nama-nama caleg dalam DCS yang akan ditetapkan KPU. Pengecekan DCS berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 18.45. Waktu pengecekan terlambat dari jadwal yang tercantum dalam undangan kepada parpol, yaitu pukul 16.00.

Dalam rapat pleno terbuka itu, semua anggota KPU menandatangani DCS dari 77 daerah pemilihan anggota DPR. Sebagian besar DCS juga hanya memuat nomor urut dan nama caleg tanpa dilengkapi foto.

Menurut Hafiz, DCS yang memuat nomor urut, nama, dan foto caleg akan dipasang di kantor KPU, sedangkan pengumuman di media cetak dan media elektronik, pekan depan, hanya memuat nomor urut dan nama caleg.

Keterwakilan perempuan

Walaupun Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD memerintahkan KPU mengumumkan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen, dalam rapat pleno kali ini hal itu tidak dilakukan.

Anggota KPU, Endang Sulastri, mengatakan, pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin untuk bisa mendata dan mengumumkan soal keterwakilan perempuan bersamaan dengan pengumuman DCS DPR dan DPD.

Akan tetapi, KPU masih khawatir ada data yang terlewat atau belum lengkap sehingga diputuskan kuota keterwakilan perempuan akan diumumkan Sabtu hari ini.

”Kami ingin data diakuratkan dahulu agar valid baru besok kami umumkan. Kami minta semua pihak bisa memahami. Untuk sementara, dari 15 parpol hanya satu parpol yang belum memenuhi syarat keterwakilan perempuan itu, sementara beberapa parpol lain malah melampaui ketentuan,” ujar Endang. (SIE/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau