JAKARTA, SABTU — Sebanyak 5.858 pemudik dangdutan di PRJ Kemayoran. Beberapa pemudik tampak asyik bergoyang, tapi ada juga yang malu-malu dan hanya menggoyang-goyangkan kaki dan tangannya sambil bersenandung mengikuti irama musik yang mengentak.
Sedianya, pagi ini, Sabtu (27/9), mereka akan mudik bersama BNI Rejeki Mudik. Tahun ini merupakani keempat kalinya BNI mengadakan mudik bersama bagi nasabah dan keluarganya menuju 7 kota tujuan. Sebelum berangkat, mereka dihibur dengan alunan musik dangdut.
"Dibanding tahun sebelumnya, tahun ini mengalami peningkatan peserta sebanyak 5.858 pemudik dengan 107 bus dari sebelumnya yang hanya 100 bus," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, saat pelepasan BNI mudik, di Arena PRJ Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/9).
Pelepasan pemudik dilakukan Gubernur DKI Fauzi Bowo sekitar pukul 10.30 dalam 10 bus tujuan Surabaya. Fauzi Bowo menyampaikan agar para pemudik tidak membawa keluarganya yang kurang layak dan tidak memenuhi syarat ke Jakarta. "Saya punya titipan, sebagai warga negara yang baik, jangan membawa keluarganya yang tidak memenuhi syarat untuk datang ke Jakarta. Sampaikan kepada keluarga bahwa hidup di Jakarta tidaklah sederhana," kata Fauzi Bowo.
Menurut Fauzi Bowo, pemudik ahun ini lebih baik dan lebih teratur dibanding tahun sebelumnya."Selamat berangkat dan semoga selamat sampai di tempat tujuan. Mudah-mudahan silaturahmi dengan keluarga di rumh menjadi lebih bailk. Semoga semua membawa barokah," tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responbility (CSR) BNI. Tahun ini penyaluran dana program bina lingkungan atau CSR BNI mencapai Rp 17,39 miliar. Dana itu berasal dari penyisiran laba tahun ini disalurkan ke beberapa bidang, yaitu pendidikan Rp 6,2 miliar, kesehatan Rp 5,9 miliar, bidang prasarana dan sarana umum Rp 1,5 miliar, bidang lingkungan dan pelestraian alam Rp 894,5 juta, keagamaan Rp 810 juta, korban bencana alam Rp 427,9 juta, dan BUMN peduli Rp 1,68 miliar. (ANI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang