Honda Produksi 60 juta Bebek Dalam 50 tahun

Kompas.com - 27/09/2008, 13:16 WIB

JAKARTA, SABTU – Untuk merayakan salah satu produknya yang menentukan perjalanan Honda dalam kancah industri otomotif, baik sepeda motor maupun mobil, Honda Motor Corp. Ltd. semalam meluncurkan situs global khusus untuk Super Cub. Di Indonesia, Super Cub kini lebih dikenal dengan sebutan Bebek. Pada tahun ini, Super Cub telah memasuki usianya yang ke-50 tahun.

Takeo Fukui, President & CEO Honda Motor Corp. Ltd. dalam sambutannya, menyatakan, sejak pertama kali dipasarkan pada 1958, Super Cub telah terjual 60 juta lebih sampai April lalu. Super Cub telah menjadi produk globa, saat ini dibikin di 24 negara. Di Indonesia, Super Cub diwakili oleh Revo, Supra Fit, Supra X125 dan Supra X125-PGM-FI.

Diceritakan, salah satu kebanggaan pendiri Honda, yaitu Soichiro Honda dan teman setianya, Fujisawa, terhadap Super Cub adalah teknologi kopling sentrifugal otomatisnya. “Ini adalah teknologi penemuan Honda yang dipimpin oleh Soichiro pda 1957,” jelas situs tersebut. Dengan teknologi ini, pengendara cukup menggunakan satu tangan untuk mengendali motornya. Ide membuat motor bebek seperti itu didasarkan pada cara petugas restoran soba (mie khas Jepang) yang menggunakan sepeda: satu memegang setang (tangan kiri) sedangkan satu barang bawaannya.

Honda mulai merintis membuat sepeda motor pada 1952 dengan menyontek produk dari Eropa. Meski begitu, motor pertama buatan Honda adalah sepeda bermesin. Super Cub dibuat berdasarkan kebutuhan lokal Jepang waktu itu, yaitu motor yang praktis, bisa digunakan di jalan yang tidak beraspal dan dapat dinaiki oleh siapa saja, termasuk wanita.

Keberhasilan Super Cub selanjutnya membuat Honda menjadi salah satu raksasa otomotif dunia saat ini. Honda tidak hanya membuat sepeda motor. Honda juga membuat mobil dengan produk pertamanya S500 (sport model) dan T360 (truk keci) yang dipasarkan pada 1963.

Pada 1986, Honda mengembangkan industrinya ke pembuatan pesawat dan mesin jet kecil. Honda pun dikenal sebagai perusahaan berteknologi tinggi dan menghasilkan mobil yang dikenal sangat efisien dan irit konsumsi bahan bakar dan rendah emisinya.

Jika perusahaan otomotif dunia lainnya berkolaborasi, Honda sendirian menunjukkan jati dirinya. Untuk motor, Honda tetap produsen nomor satu di dunia. Sedangkan untuk mobil, di bawah kelompok Toyota Group, GM Group, VW Group, Ford Group danHyundai-Kia dengan produksi 3,8 juta mobil pada tahun lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau