Debat Obama McCain Timbulkan Kenangan JFK-Nixon

Kompas.com - 28/09/2008, 07:35 WIB

MISSISSIPPI, SABTU - Perdebatan langsung pertama calon presiden dari Republik, John McCain, versus calon presiden dari Demokrat, Barack Obama, membuat pengamat terkenang kepada perdebatan tahun 1960 saat JF Kennedy menaklukkan Richard Nixon.

David Gergen, profesor dari Harvard University, mengatakan, JF Kennedy (JFK) tampil meyakinkan menghadapi Nixon dan selama menjadi presiden, ia bisa mewujudkan janjinya. ”Ini adalah sesuatu yang bisa terjadi dan diwujudkan Obama,” kata Gergen.

Meski demikian, penampilan Obama tak cukup kuat untuk meyakinkan warga. Karena itu, debat ini juga membuat orang mengenang debat Ronald Reagan dan Jimmy Carter tahun 1980. Pakar politik dari Indiana University, Marjorie Hershey, mengatakan, ”Banyak warga AS tahun 1980 penat dengan pemerintahan Carter sekaligus tidak cukup yakin dengan Reagan.”

Debat McCain versus Obama berlangsung Sabtu (27/9) pagi WIB di University of Mississippi, Oxford. Jim Lehrer dari NewsHour on PBS sebagai moderator.

McCain terjebak dalam permainan taktik ketimbang Obama yang berbicara soal strategi penyelesaian persoalan, dengan kalimat-kalimat yang terstruktur.

Soal Irak, McCain menuding Obama sebagai seorang pembawa masalah karena buru-buru menyimpulkan penarikan tentara AS. McCain mengutip ucapan Jenderal David Petraeus yang menyebutkan program Obama di Irak berbahaya.

Obama membalas, ”McCain jelas salah soal Irak.” Ada tiga kali Obama mengatakan ”McCain was wrong”. Ini merujuk kepada dukungan McCain untuk invasi ke Irak, yang tidak dipersiapkan secara matang. ”McCain mendukung invasi ke Irak dengan alasan menemukan senjata pemusnah massal, yang jelas tidak ditemukan, dan McCain salah,” ujar Obama.

Soal Iran, McCain langsung menuding Obama salah dengan strategi yang cenderung memilih berbicara dengan pemimpin Iran. Obama mengatakan, penasihat kebijakan luar negeri McCain, Henry Kissinger, justru menginginkan agar AS berdialog dengan Iran tanpa syarat.

Topik ekonomi

Topik ekonomi sehubungan dengan krisis keuangan juga jadi bahan perdebatan. McCain menyalahkan keserakahan Wall Street sebagai penyebab krisis.

Obama mengatakan, ”Krisis ini adalah buah dari kebijakan Presiden AS George W Bush, yang didukung McCain.... Republik cenderung menghabiskan dana untuk invasi ke Irak sekitar 700 miliar dollar AS ketimbang mengalokasikan dana ke sektor ekonomi AS.”

”McCain berubah sikap karena 10 hari lalu mengatakan fondasi ekonomi baik, ternyata tidak,” kata Obama.

Nicolle Wallace, penasihat politik McCain, mengatakan, ”McCain membuat Obama menjadi defensif dan menampilkan isu yang di luar pembicaraan utama masyarakat AS.”

Calon wakil presiden dari Demokrat, Joe Biden, tertawa dan mengatakan McCain jelas tak bisa berbuat apa-apa dalam debat ini. Biden akan berdebat langsung dengan calon wakil presiden dari Republik, Sarah Palin.

CNN dan Opinion Research Corp menjaring opini soal perdebatan itu. Hasilnya memperlihatkan, 51 persen responden mengatakan Obama tampil lebih baik dan hanya 38 persen yang memuji McCain. Soal topik ekonomi, Obama didukung 58 persen dan hanya 37 persen yang mendukung McCain. Soal Irak, yang menjadi keunggulan McCain, ia hanya unggul tipis, 52 persen berbanding 47 persen. (REUTERS/AP/AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau