Antri Sampai Pingsan Di Pelabuhan

Kompas.com - 28/09/2008, 11:50 WIB

MERAK, MINGGU - Sebanyak 27 penumpang yang antri dan berdesakan di Pelabuhan Merak pingsan, karena kelelahan dan kurangnya cairan tubuhnya. Mereka mendapat perawatan intensif tenaga medis Posko Lebaran, Dinas Kesehatan, Kota Cilegon.

"Dari 27 penumpang itu di antaranya tujuh orang dirujuk ke rumah sakit Cilegon karena kondisi kesehatanya sangat parah," kata seorang petugas Posko Dinas Kesehatan, Sugeng Minggu (28/9).

Menurut Sugeng, jumlah 27 pasien itu terjadi sepanjang dua hari terakhir ini, karena saat itu penumpang padat dan saling berdesakan.  "Mereka harus banyak mengeluarkan tenaga sehingga terjadi kelelahan yang mengakibatkan jatuh pingsan. Sebagian besar penumpang yang dirawat itu berusia lanjut," ujarnya.

Menurut dia, hingga saat ini penumpang yang dirujuk di rumah sakit Kota Cilegon, kondisi kesehatannya sudah membaik. "Itu karena mereka cepat mendapatkan pertolongan medis dari petugas Posko Kesehatan. Saya kira jika mereka lambat mendapatkan pertolongan medis kemungkinan bisa meninggal dunia," katanya.

Sementara itu, Arman (45) seorang pemudik mendapat perawatan intensif petugas medis Posko Kesehatan Pelabuhan Merak akibat kekurangan cairan juga tensi darah sangat rendah. "Saat ini kami melakukan infus karena kondisi kesehatan memburuk," ujar Sugeng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau