Dirut Artha Graha Bantah Terlibat Kasus Miranda

Kompas.com - 28/09/2008, 16:27 WIB

JAKARTA, MINGGU - Direktur Utama PT Bank Artha Graha Internasional (BAGI) Tbk, Andi Kasih, menyatakan tidak mengetahui sama sekali dan tidak terlibat dalam kasus dugaan pemberian cek perjalanan kepada para anggota DPR dari Deputi Senior Gubernur BI Miranda Swaray Goeltom. Kepada pers di Jakarta, Minggu (28/9), Andi Kasih menegaskan bahwa kedudukan PT BAGI sebagai lembaga jasa keuangan perbankan hanya melayani kebutuhan jasa perbankan nasabahnya saja.

"Kami hanya melayani kebutuhan jasa keuangan nasabah dan dalam transaksi ’traveller check’ tersebut dari Bank International Indonesia sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku," katanya. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta pihak imigrasi untuk mencekal sejumlah nama terkait penyelidikan kasus pemberian cek Miranda Goeltom kepada para anggota DPR seusai pemilihan Deputi Senior Gubernur BI di DPR.

Sejumlah nama yang masuk daftar cekal itu adalah Dirut PT BAGI Andi Kasih, Dirut dan Direktur Keuangan PT First Mujur Plantation and Industry Hidayat Lukman dan Budi Santoso. Kendati membantah terlibat dalam kasus Miranda itu, Andi Kasih juga menuturkan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalankan KPK.

"Selama proses penyelidikan kasus ini di KPK, kami telah menunjukkan sikap kooperatif dengan datang memenuhi panggilan KPK tepat waktu," ujar Andi. Selain itu, PT BAGI juga telah berkomitmen untuk memberi semua dokumen yang diperlukan KPK terkait dengan jasa pelayanan cek perjalanan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau