MADIUN, MINGGU - Warga Dusun Pepe, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun memprotes kebijakan para tokoh masyarakat di dusun itu yang mengalihkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi 58 keluarga ke keluarga lainnya. Padahal kondisi mereka masih miskin dan sangat membutuhkan BLT.
Protes warga ini dilakukan di rumah salah satu tokoh masyarakat di Dusun Pepe, Agus Supriyono, yang mengurus pembagian BLT bagi warga Dusun Pepe, Minggu (28/9). Selain Agus, di rumah itu sedang berkumpul lima ketua rukun tetangga di Pepe yang juga mengurus pendistribusian BLT.
Darsono, salah satu perwakilan warga, mengatakan pada pencairan BLT tahun 2008 ini sebanyak 58 keluarga di Pepe tidak menerima BLT. Padahal saat pencairan BLT tahun 2005 lalu, seluruh keluarga ini merupakan bagian d ari 101 keluarga di dusun itu yang menerima BLT.
Sebanyak 58 keluarga itu pun bingung mengapa mereka tidak lagi menerima BLT. Mereka tidak pernah diberitahu kemana larinya dana BLT yang seharusnya mereka terima lagi tahun ini, kata Darsono.
Agus Supriyono menjelaskan 58 keluarga ini tidak lagi menerima BLT tahun 2008 ini karena dirinya bersama lima ketua rukun tetangga dan dua anggota Badan Perwakilan Desa Pajaran telah menyepakati kalau BLT bagi seluruh keluarga ini dialihkan ke keluarga lain.
Pengalihan dilakukan karena ke-58 keluarga ini telah menerima BLT tahun 2005, ditambah lagi telah menerima bantuan dari program keluarga harapan yang diberikan Departemen Sosial pada tahun 2007.
Oleh karena itu, pada BLT tahun 2008 ini, kami sepakat mengalihkan BLT itu ke keluarga lain di Pepe yang kondisinya juga sangat membutuhkan bantuan. Kalau tidak begitu, keluarga lainnya akan iri, ujar Agus. Namun sampai saat ini, 58 keluarga pengganti itupun belum menerima BLT karena penggantiannya masih diproses pemerintah pusat.
Pernyataan ini membuat sejumlah keluarga penerima BLT yang dialihkan marah. Situasi semakin memanas setelah petugas Kepolisian Sektor Saradan mengeluarkan Darsono dari ruang pertemuan. Alasannya, Darsono bukan warga Pepe. Padahal setelah ditanyakan ke sejumlah warga, Darsono telah tinggal di Pepe lebih dari satu tahun lamanya.
Warga yang emosi kemudian ditenangkan oleh sejumlah petugas polisi, dan akhirnya warga membubarkan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang