KA Bengawan vs Minibus TKI, Enam Tewas

Kompas.com - 28/09/2008, 21:31 WIB

CIREBON,MINGGU-Minibus jenis Elf yang mengangkut TKI asal Indramayu ditabrak kereta ekonomi Bengawan tambahan Lebaran jurusan Jakarta-Solo di perlintasan tanpa pintu di Desa Bengkok, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, Minggu (28/9) sore sekitar pukul 18.16 WIB.

Akibat kejadian itu enam korban tewas dan dua luka-luka.  Lima dari korban tewas itu merupakan penumpang minibus, sementara satu korban tewas dan dua korban luka-luka merupakan penumpang kereta yang naik di atas lokomotif.

Dua dari lima korban tewas di minibus diketahui bernama Rohayati (28), TKI asal Desa Gadingan dan Eli Idris (42) TKI dari Kecamatan Losarang, sementara tiga lainnya masih diidentifikasi karena tubuhnya hancur. Jenazah penumpang minibus dilarikan ke Rumah Sakit Zamzam Jatibarang.

Sementara penumpang kereta yang tewas bernama Tasiman (35), warga Desa Wonokromo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, dan dua korban luka-luka yaitu Prasetyo (24) warga Muko-Muko, Bengkulu dan seorang lagi yang kritis, belum diketahui identitasnya.

Tiga penumpang kereta itu dilarikan ke RSUD Gunung Jati Cirebon setelah sebelumnya diturunkan di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon.

Menurut Prasetyo yang melihat jelas kejadian, saat itu kendaraan minibus seperti ragu-ragu untuk melintas, tetapi setelah sampai di tengah rel justru tidak bisa bergerak sehingga langsung diterjang lokomotif di bagian tengah.

"Minibus itu seperti hilang dan serpihan besi berterbangan, sebagian mengenai tiga penumpang yang ada di lokomotif, termasuk saya yang kena di punggung kanan dan bahu," katanya yang bermaksud ke rumah istrinya di Desa Kandang Gampang, Kabupaten Purbalingga.

Ia menjelaskan, saat berangkat dari Stasiun Senen ada sekitar 20 orang yang berdiri di lokomotif karena semua tempat di gerbong penumpang sudah penuh. "Satu per satu kemudian turun di beberapa stasiun, jadi saat kejadian tabrakan hanya empat orang yang masih ada di lokomotif," katanya.

Sementara Humas DAOP 3 Cirebon, Suhartono  menjelaskan, kecelakaan itu terjadi di perlintasan tidak berpintu diantara Stasiun Kertasmaya dan Stasiun Arjawinangun. "Kami menyayangkan adanya korban dari penumpang yang tidak disiplin dengan naik di atas lokomotif, padahal di setiap stasiun selalu dilakukan penertiban tetapi sejumlah penumpang  tetap membandel," katanya.

Ia juga mengingatkan kepada pengendara untuk berhati-hati setiap melintasi perlintasan tanpa pintu karena kereta tidak mungkin melakukan pengereman mendadak.  "Sebenarnya sudah ada tanda hati-hati awas kereta di perlintasan tanpa pintu tetapi peringatakan itu rupanya diabaikan pengemudi," katanya.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau