Pemudik Waspadalah, Penipu Berkeliaran di Senen

Kompas.com - 28/09/2008, 22:03 WIB

JAKARTA, MINGGU - Ada-ada saja aksi penjahat yang memanfaatkan kesibukan pemudik Lebaran. Mereka bisa menyamar menjadi siapa saja, mulai dari calon penumpang yang siap menolong, hingga pegawai PT KAI.

Salah satu yang terungkap Minggu (28/9) dilakukan seseorang yang mengaku sebagai pegawai KAI lengkap dengan seragamnya. Aksi penipuan itu dilaporkan oleh tiga orang pemudik di Stasiun Pasar Senen, Minggu (28/).

Ketiga pelapor itu, yakni, Dian Vonny Wibowo asal Semarang, Nusalam Hasanuddin warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan Ismono, warga Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat. "Saat ini pelakunya sudah diamankan di Polsek Senen," kata AKP Kasmono saat dihubungi di Posko Pengamanan Lebaran.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Stasiun Pasar Senen Barosad yang ditemui Kompas.com di kantornya. "Memang tadi ada orang yang memakai seragam pegawai PT.KAI mondar-mandir di depan loket, mungkin menawarkan tiket. Lalu petugas keamanan stasiun curiga dan membawanya ke posko polisi," ujarnya.

Kejadian lainnya dialami Siti Barokah (28), pemudik tujuan Cilacap, yang bernasib sial setelah uang sebesar Rp2,2 juta yang telah dikumpulkan selama merantau di Jakarta digondol pencuri. Barang berharga lainnya berupa handphone merk Nokia dan kamera di dalam tasnya, turut raib.
    
Dari data posko keamanan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (27/8), saat Siti Barokah hendak ke toilet saat menunggu keberangkatan kereta api yang ditumpanginya.
    
Sebelum masuk ke toilet, korban menitipkan tasnya kepada seorang ibu yang kebetulan duduk di depannya, dan saat ke luar toilet, perempuan itu sudah tidak ada. Dan lemaslah dirinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau