Obama Sebut McCain Kurang Perhatian

Kompas.com - 29/09/2008, 00:08 WIB

WASHINGTON, MINGGU - Calon presiden AS dari partai Demokrat Barack Obama menyebut rivalnya dari partai Republik John McCain tak menaruh perhatian terhadap kalangan masyarakat kelas menengah. Penilaian itu disampaikan Obama sehari setelah terlibat debat pertama dengan senator dari Arizona itu.

Dalam debat televisi selama 90 menit, kedua calon presiden AS tersebut saling menyerang dalam isu kebijakan luar negeri serta ekonomi, termasuk pengajuan dana talangan senilai 700 miliar dollar AS untuk menstabilkan pasar keuangan AS. Tak satupun dari kedua capres mencapai kemenangan mutlak dalam debat di University of Mississippi itu.

Namun, hal tersebut tak menghalangi kedua kubu untuk mengklaim kemenangan dan membentuk persepsi di kalangan publik seputar debat tersebut. Kubu kampanye Obama dengan cepat mencetak iklan yang menyebut McCain tak pernah menyinggung masyarakat kelas menengah dalam debat tersebut. Dalam keterangannnya kepada para wartawan, manajer kampanye Obama, David Plouffe, menyebut upaya McCain menggambarkan Obama sebagai sosok tak berpengalaman di kebijakan luar negeri sebagai "penilaian tanpa pertimbangan matang."

McCain mengecam keras performa debat Obama saat berpidato di hadapan  U.S. Sportsmen’s Alliance. McCain menyebut Obama menggunakan ancaman krisis ekonomi di AS untuk melambungkan popularitasnya di bidang politik. "Sudah jelas Senator Obama masih memandang krisis keuangan di AS sebagai masalah nasional  yang perlu dieksploitasi pertama kali dan diselesaikan di kemudian hari," kata McCain.  
      
"Kami berdebat selama 40 menit di bidang ekonomi dan tak sekalipun McCain menyinggung soal keluarga kelas menengah," demikian penjelasan Obama yang disambut dengan teriakan dukungan dari kerumunan orang di  J. Douglas Galyon Depot,  Greensboro, North Carolina. "Tak sekalipun McCain membicarakan masalah yang setiap hari kita hadapi di North Carolina dan di seluruh kawasan AS," tegas Obama.

Hasil jajak pendapat yang dikeluarkan oleh CNN-Opinion Research Corp.  menunjukkan Obama unggul dari McCain pada debat pertama dari rencana 3 kali debat. Lima puluh satu responden berpendapat Obama tampil lebih baik dari McCain pada debat tersebut sementara 38 persen responden lebih menaruh dukungan terhadap McCain.

Obama dipandang banyak kalangan sebagai tokoh yang mempunyai intelijensi lebih tinggi, lebih disukai dan lebih menaruh perhatian pada masalah warga AS ketimbang McCain. Sementara McCain dinilai oleh respoden lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyudutkan rivalnya itu.

McCain menuduh Obama berupaya merebut kemenangan dengan menyudutkannya di masalah keterlibatan pasukan AS di Irak. Menurut McCain, kehadiran pasukan telah menekan angka kasus kekerasan di Irak sehingga kemungkinan penarikan pasukan AS dapat mengguncangkan stabilitas keamanan di Irak dan wilayah sekitarnya.

Obama sempat menentang invasi pasukan AS ke Irak pada tahun 2002, sebelum ia terpilih sebagai anggota Kongres. Sementara McCain termasuk salah satu anggota Senat yang menyetujui invasi tersebut.

McCain juga mengkritik Obama telah bersikap "kekanak-kanakan" dengan mengekspos kesediaan senator Arizona itu bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tanpa menentukan prasyarat. "Tindakan itu tentu saja berbahaya," tegas McCain.

McCain dan Obama dijadwalkan 2 kali lagi mengikuti debat, yaitu pada tanggal 7 dan 15 Oktober, sebelum dilangsungkannya pemilihan presiden AS pada 4 November mendatang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau