TOKYO, SENIN - Nilai saham di bursa Asia melemah Senin (29/9) ini saat terdapat keraguan di kalangan investor terhadap prospek paket dana talangan senilai 700 miliar dollar AS dalam mengatasi krisis keuangan yang terjadi. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh keprihatinan pasar terhadap dampak keguncangan keuangan ekonomi global ke perusahaan ansuransi terkemuka dan bank Belanda-Belgia Fortis NV sehingga menyatukan Belgia, Belanda dan Luxembourg untuk menjanjikan dana talangan senilai 16 miliar dollar AS.
Indeks Nikkei 225 di Tokyo turun 1,3 persen serta ditutup pada 11.743,61 dan indeks Hang Seng turun 2,1 persen serta ditutup pada 18.286,90. Sejumlah nilai saham di Seoul, Singapura, serta Sydney juga merosot. Sementara indeks saham di Selandia Baru dan Filipina mengalami kenaikan secara marjinal dalam penutupan transaksi hari ini.
"Pasar dibuat khawatir oleh kemungkinan terbukanya kembali keguncangan ekonomi di Eropa akibat percikan krisis di bursa keuangan AS," kata Castor Pang, seorang analis di Sun Hung Kai Financial, Hong Kong. Pernyataan Castor Pang ini ditujukan pada masalah keuangan yang dihadapi oleh Fortis NV.
Setelah beberapa hari terlibat perundingan intensif, Gedung Putih dan beberapa pemimpin Kongres menyetujui dana talangan senilai 700 miliar dollar AS untuk menggairahkan bursa keuangan AS. Kesepakatan itu dicapai setelah Kongres bersikeras menekankan dibentuknya pembagian pengawasan anggaran dengan pemerintah Presiden George W. Bush.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang