BALIKPAPAN, SENIN - Mantan pelatih Persiba Balikpapan, Peter Butler, berharap pihak manajemen membayar semua nilai kontrak secara penuh. Hal itu disampaikan Peter Butler kepada Tribun melalui SMS, Senin (29/9).
"Kalau Persiba menghormati kontrak yang telah disepakati, maka pihak Persiba harus membayar semua nilai kontrak dan aku akan mundur. Itu tidak masalah bagi aku," kata Peter yang mengaku masih berada di Malaysia.
Selain itu, Peter juga menilai bahwa permasalahan yang membuat dirinya dicoret oleh pihak manajemen Persiba adalah karena manajer tim. Selain itu, pemecatan terhadap dirinya juga merusak prestasi Persiba.
"Mereka harus mengerti manajerlah yang salah dan Persiba harus menanggung dengan situasi seperti ini, hal itu sama saja pengurus merusak prestasi Persiba sendiri," katanya.
Peter menambahkan bahwa ia kecewa dengan situasi seperti ini, khususnya terhadap pecinta bola di Balikpapan. "Aku kecewa sekali dengan keputusan ini, khususnya kepada pecinta bola di Balikpapan, karena mereka sangat baik dan bersahabat dengan aku," ujarnya.
Pelatih asal Inggris tersebut dipecat karena dinilai gagal mengangkat prestasi Persiba. Selain itu, manajemen tim "Beruang Madu" juga berani membuat keputusan tersebut karena mereka punya dasarnya.
Melalui Ketua Umum Persiba, Syahril HM Taher, menuturkan bahwa sesuai kontrak yang tertuang dalam pasal 8 ayat 3 huruf c yakni "Pihak pertama (Persiba) dapat secara sepihak mengakhiri kontrak pelatih setiap saat walaupun masa kompetisi belum berakhir dengan tidak memberi ganti rugi kepada pihak kedua (pelatih), dan pihak kedua tidak akan melakukan tuntutan dalam bentuk apapun apabila pihak kedua dianggap oleh pihak pertama tidak dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi baik tehnik maupun fisik pemain dalam beberapa pertandingan atas laporan dari manajer tim".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang