Membawa Berkat Habis Takbiran di Setu Babakan

Kompas.com - 30/09/2008, 16:12 WIB

DEPOK, SELASA - Ternyata malam takbiran di kampung Betawi Setu Babakan sewaktu pulang bisa membawa "berkat". Pasalnya yang dimaksud "berkat" itu tak lain nasi dan aneka masakan yang disajikan selepas selametan malam takbiran.

Menurut Ketua RT 10 RW 08 Kampung Setu Babakan Namin Main (50), "berkat" itu nasi dan sayur yang disajikan selepas selametan takbiran tetapi tidak dimakan maka dibawa pulang.

"Selametan takbiran biasanya dulu tiap rumah ngadain, kalau sekarang tidak lagi, hanya beberapa warga termasuk ibu saya masih ngadain nanti malam," tuturnya.

Pria yang menjabat RT sejak 1993 ini mengatakan tradisi ini biasa disebut sedekah takbiran. "Ya istilahnya mengundang orang untuk berdoa bersama dan bersedekah melalui makanan yang dibagikan itu," kata Namin.

Setiap menjelang malam takbiran, ungkap Namin, ibu-ibu di kampungnya tengah menyiapkan makanan khas Betawi seperti daging semur, ikan goreng dan kue-kue seperti kembang goyang, dodol, tape uli untuk sajian selametan takbiran dan hari H Lebaran.

Saat Kompas.com berkunjung ke kampung Setu Babakan hari ini, memang ibu-ibu tampak sibuk di dapur menyiapkan aneka sajian makanan khas Betawi untuk Lebaran keesokan harinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau