DEPOK, SELASA - Ternyata malam takbiran di kampung Betawi Setu Babakan sewaktu pulang bisa membawa "berkat". Pasalnya yang dimaksud "berkat" itu tak lain nasi dan aneka masakan yang disajikan selepas selametan malam takbiran.
Menurut Ketua RT 10 RW 08 Kampung Setu Babakan Namin Main (50), "berkat" itu nasi dan sayur yang disajikan selepas selametan takbiran tetapi tidak dimakan maka dibawa pulang.
"Selametan takbiran biasanya dulu tiap rumah ngadain, kalau sekarang tidak lagi, hanya beberapa warga termasuk ibu saya masih ngadain nanti malam," tuturnya.
Pria yang menjabat RT sejak 1993 ini mengatakan tradisi ini biasa disebut sedekah takbiran. "Ya istilahnya mengundang orang untuk berdoa bersama dan bersedekah melalui makanan yang dibagikan itu," kata Namin.
Setiap menjelang malam takbiran, ungkap Namin, ibu-ibu di kampungnya tengah menyiapkan makanan khas Betawi seperti daging semur, ikan goreng dan kue-kue seperti kembang goyang, dodol, tape uli untuk sajian selametan takbiran dan hari H Lebaran.
Saat Kompas.com berkunjung ke kampung Setu Babakan hari ini, memang ibu-ibu tampak sibuk di dapur menyiapkan aneka sajian makanan khas Betawi untuk Lebaran keesokan harinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang