BEIJING, SELASA - Bekaitan dengan skandal susu beracun mengandung zat melamin yang mematikan, kepolisian di Provinsi Hebei, China, menahan 22 orang yang diduga kuat ikut terlibat dalam jaringan berbahaya tersebut.
Dari mereka yang ditahan itu, 19 orang diantaranya bekerja di 17 peternakan, tempat pemeliharaan, dan penjualan susu, demikian laporan panel investigasi Grup Sanlu seperti dikutip "China Daily" di Beijing, Selasa.
Lebih dari 800 polisi telah memeriksa 41 peternakan, perkebunan dan stasiun penjualan susu di Shijiazhuang, ibukota Provinsi Hebei, dan menyita 222,5 kilogram melamin sebagai barang bukti.
Sesuai hasil pemeriksaan polisi, melamin diproduksi di pabrik yang berlokasi di bawah tanah dan selanjutnya dijual ke peternakan dan pusat penjualan susu.
Salah seorang tersangka bernama Gao, mengatakan dirinya selama ini memproduksi "bubuk protein" mengandung melamin di wilayah Dingxian sejak akhir tahun 2007.
Sementara seorang tersangka lain Xue membantu menjual "bubuk protein" ke pusat penjualan susu.
Kementerian Pertanian telah mengirim delapan tim supervisi ke pusat pengumpulan susu, perusahaan susu dan perusahaan makanan ternak yang ada di 16 provinsi dan wilayah untuk melakukan pengujian cara kerja mereka.
Sementara itu 31 provinsi telah membentuk organisasi khusus yang diketuai oleh wakil gubernur untuk mengimplementasikan perbaikan keseluruhan proses produksi susu. Sejauh ini 21 provinsi telah memperbaiki sistem produksi susu secara keseluruhan.
Pemerintah lokal di Wilayah Otonomi Khusus Mongolia Dalam, Henan, Ningxia, Gunagdong, dan Jiangsu telah memulai pendaftaran setiap pusat pengumpulan susu dan mengirimkan sejumlah tim investigasi ke perusahaan susu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang