Ada yang unik dalam perayaan takbiran di Monas, ternyata tidak hanya kaum muslimin saja, warga non-muslim juga terlihat ikut meramaikan suasana keramaian di sini. Seperti diungkapan oleh Edward, warga asal Sumatera Utara yang datang bersama istrinya "Kita sudah empat kali di sini". "Dari pada sepi di kontrakan mending jalan saja" ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, di wilayah parkir IRTI Monas sudah terlihat antrian kendaraan untuk masuk. Petugas terlihat kesulitan mengatur karena masyarakat banyak membunyikan teropet hingga memekikan telinga. Sedangkan kemacetan terjadi di seantero Monas. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua.
Selain masyarakat yang berdatangan, para pedagang asonganpun tampak memenuhi seputaran Monas. Dengan memakai gerobagnya, para pedagang mengelar dagangannya di atas trotoar. Hanya di jalan Merdeka Utara saja, pedagang tidak terlihat.
Bagi warga masyarakat yang ingin bepergian dan tidak ingin mengalami kemacetan. Hindari seputaran Monas dan Bundaran HI. Dipastikan semakin malam semakin macet.
JAKARTA, SELASA - Kawasan Monas saat ini sudah mulai dibanjiri oleh masyarakat Ibukota yang ingin merayakan malam takbiran. Banyak diantara mereka datang secara berombongan ataupun datang bersama keluarganya.
Seperti yang dituturkan oleh Kohar, warga Manggarai yang datang bersama istri dan kedua anaknya. "Nih..anak-anak yang maksa, biasanya sih ke Ancol". "Di sana banyak hiburannya, cuman gara-gara uang mepet aja" tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang