Monas Makin Ramai

Kompas.com - 30/09/2008, 20:35 WIB

 

Ada yang unik dalam perayaan takbiran di Monas, ternyata tidak hanya kaum muslimin saja, warga non-muslim juga terlihat ikut meramaikan suasana keramaian di sini. Seperti diungkapan oleh Edward, warga asal Sumatera Utara yang datang bersama istrinya "Kita sudah empat kali di sini". "Dari pada sepi di kontrakan mending jalan saja" ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di wilayah parkir IRTI Monas sudah terlihat antrian kendaraan untuk masuk. Petugas terlihat kesulitan mengatur karena masyarakat banyak membunyikan teropet hingga memekikan telinga. Sedangkan kemacetan terjadi di seantero Monas. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

Selain masyarakat yang berdatangan, para pedagang asonganpun tampak memenuhi seputaran Monas. Dengan memakai gerobagnya, para pedagang mengelar dagangannya di atas trotoar. Hanya di jalan Merdeka Utara saja, pedagang tidak terlihat.

Bagi warga masyarakat yang ingin bepergian dan tidak ingin mengalami kemacetan. Hindari seputaran Monas dan Bundaran HI. Dipastikan semakin malam semakin macet. 

JAKARTA, SELASA - Kawasan Monas saat ini sudah mulai dibanjiri oleh masyarakat Ibukota yang ingin merayakan malam takbiran. Banyak diantara mereka datang secara berombongan ataupun datang bersama keluarganya.

 

Seperti yang dituturkan oleh Kohar, warga Manggarai yang datang bersama istri dan kedua anaknya. "Nih..anak-anak yang maksa, biasanya sih ke Ancol". "Di sana banyak hiburannya, cuman gara-gara uang mepet aja" tambahnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau