TKI Korban Kapal Tenggelam Segera Dipulangkan

Kompas.com - 30/09/2008, 21:06 WIB

KUALA LUMPUR, SELASA-  Para penumpang yang selamat maupun meninggal akibat kapal kayu tenggelam di dekat West Port, Klang, Selangor, Malaysia akan segera dipulangkan dengan kapal laut ke Sumatera, dan tidak akan ditahan di penjara imigrasi.

"Menteri Perhubungan Jusman (Syafii Djamal)  sudah menyatakan bersedia mencarikan kapal dan mengirim segera untuk memulangkan mereka yang selamat," kata Dubes RI untuk Malaysia Jenderal (Pol/Purn) Da’i Bachtiar ketika menengok para korban kapal tenggelam yang selamat di kantor polisi Klang, Selangor, Selasa (30/malam).

Sebuah kapal kayu biasa mengangkut barang dagang tenggelam tidak jauh dari West Port, Klang, pada Selasa sekitar jam 08.30. Kapal tersebut mengangkut sekitar 150 WNI yang hendak pulang kampung ke Sumatera untuk merayakan Idul Fitri.

Tenggelamnya kapal itu telah menewaskan 12 orang, terdiri atas 11 wanita dan satu lelaki, 125 orang selamat. Sebanyak 125 orang yang selamat, 18 orang harus dirawat di Hospital Tengku Ampuan Rahimah, di antaranya tiga wanita hamil dan tiga anak dibawah lima tahun. 

Sebanyak 88 penumpang yang selamat ditahan di kantor polisi Klang, tetapi berkat upaya KBRI yang gigih dan bantuan kemanusian polisi Malaysia, 88 penumpang terdiri atas 80 lelaki dan delapan wanita itu sudah bisa dikeluarkan dari kantor polisi Klang untuk tinggal di KBRI Kuala Lumpur Selasa malam.

Sejak pukul 18.00, dua bus pariwisata yang bagus sudah siap membawa mereka ke kedutaan. "Karena kapal yang tenggelam itu ilegal membawa penumpang maka tidak ada manifes kapal sehingga kami belum bisa memberikan daftar nama mereka," kata Da’i.

Perlakuan baik 

Polisi Malaysia memperlakukan mereka dengan sangat baik. Mereka sudah diberikan pakaian baru karena pakaian mereka basah dan bau minyak solar tumpahan kapal. Mereka pun sudah mendapatkan makanan dan minuman selama di kantor polisi Klang.

Dai menyatakan prihatin kepada para penumpang yang selamat. "Sekarang kalian harus bersyukur terlebih dahulu karena sudah selamat. Kalian akan segera dibawa ke Kedutaan agar selanjutnya kami yang bertanggungj awab terhadap kalian," katanya.

"Kalian akan segera dipulangkan jika Jakarta sudah mengirimkan kapal secepatnya  kesini," kata Dai. Mendengar kabar gembira itu, semua penumpang yang selamat kompak mengatakan "Alhamdulillah. Kami sangat senang mendengar kami akan dibawa ke kedutaan." 

Sebelumnya, mereka mendengar kabar akan dibawa ke penjara imigrasi Malaysia di Semenyih, Kajang, karena mereka semua merupakan pekerja dan pendatang ilegal yang mau pulang ke kampung halaman pun dengan cara ilegal.

Dubes Dai langsung mendatangi para korban yang selamat maupun yang meninggal di Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang. Satu per satu didatangi oleh Dai untuk menyatakan prihatin dan KBRI akan mengurus mereka semua.

Ia juga mengunjungi anak-anak yang selamat dan masuk rumah sakit. Termasuk 11 jenasah wanita di rumah sakit tersebut. Setelah itu, ia menengok sebagian besar penumpang kapal yang selamat dan ditahan di kantor polisi Klang.

Dari pertemuan dan pembicaraan dengan kepala polisi Klang, Mohamad, ia berhasil mendapatkan izin untuk segera memulangkan mereka dengan segera tanpa harus masuk dulu ke penjara imigrasi Malaysia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau