Bahkan diantara mereka banyak yang terlibat perang petasan. Setiap menit selalu terdengar ledakan maupun semburat kembang api. Hal ini membuat jalan yang sudah macet semakin macet, karena sebagian dari mereka menggunakan bahu jalan untuk menyalakan petasan tersebut. Ditambah lagi dengan parkir kendaraan yang memakan separuh jalan. Setidaknya ini terlihat di Jalan Merdeka Selatan tepatnya di kawasan depan Balaikota.
Namun ada yang kurang disini, walau ribuan masyarakat tumpah ruah di sini suara takbir hampir tidak terdengar. Suara Takbir yang seharusnya menjadi syarat utama dalam malam perayaan takbiran digantikan suara terompet dan bunyi petasan. Dum..dum..duer...tet..tet..tet....
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang