JAKARTA, JUMAT - Polisi akan menyebar gambar tato kepala macan yang ada di lengan kanan korban mutilasi hari Jumat (3/10) ini. Dengan penyebaran gambar tato korban, diharapkan akan ada keluarga yang mengenali korban.
Jenazah korban mutilasi, yang baru bisa diidentifikasi sebagai laki-laki dewasa, kini disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Hingga Kamis (2/10) belum ada warga datang untuk mengenali korban. Namun, seorang warga Tangerang menelepon Polsek Cakung dan mengatakan dia punya teman yang memiliki tato gambar kepala macan.
Kepala Polsek Cakung Komisaris Yayat Popon mengatakan, ”Selain tato gambar macan di lengan kanan, korban juga mempunyai tato gambar naga di lengan kiri. Namun, lengan kiri tidak ada dalam bungkusan daging yang ditemukan.”
Warga Tangerang itu telah dua hari terakhir ini berusaha menghubungi telepon genggam temannya, tetapi hingga kini belum berhasil. Warga Tangerang yang dirahasiakan namanya itu khawatir korban mutilasi itu adalah temannya.
Korban mutilasi ditemukan dalam bus Mayasari Bhakti P64 jurusan Kalideres-Pulo Gadung Senin (29/9) siang. Tidak ditemukan bagian kepala, bagian jari-jemari tangan, lengan kiri, betis dan kedua paha serta tulang iga pria yang berjenis kelamin pria itu. Bagian kelamin pria tersebut tidak dirusak ataupun disayat seperti yang terjadi dalam sejumlah kasus mutilasi beberapa waktu lalu. Potongan tubuh tersebut ditemukan sudah bersih dari darah.
Tes DNA
Menurut Popon, penyebaran gambar tato ini akan memudahkan warga mengenali korban. ”Jika ada warga masyarakat yang mengenali dan mengaku keluarganya, kami akan lakukan tes DNA. Apabila benar, akan dilacak keberadaan terakhir korban. Dia pergi dengan siapa dan untuk urusan apa. Dengan demikian, kami harapkan bisa segera menangkap pelakunya,” kata Popon.
Pengungkapan kasus mutilasi bisa dilakukan jika jati diri korban dikenali. Kasus mutilasi anak jalanan yang ditemukan di Jalan Raya Bekasi Kilometer 17, pertengahan 2007 hingga kini belum terungkap karena tak ada keluarga yang datang mengenalinya. (ARN/ONG)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang