BANDARLAMPUNG, JUMAT - Tidak sedikit jumlah perantau di Lampung memilih melakukan mudik ke Pulau Jawa setelah Idul fitri 1429 Hijriah, kendati umumnya perantau pulang ke kampung halaman sebelum Lebaran.
Sejumlah perantau asal Pulau Jawa di Bandarlampung, Jumat, mengaku tidak mudik sebelum Idul Fitri tahun 2008 ini, karena harus berlebaran lebih dulu di Lampung. Tapi setelah Lebaran, mereka tetap akan menjalani mudik (belakangan) ke Pulau Jawa itu, bersama anak dan istri untuk bertemu sanak keluarga dan kerabat di sana yang belum sempat dilakukan sebelumnya.
"Saya rencana menyebrang ke Jawa Sabtu (4/10) besok," kata Deden, perantau yang telah puluhan tahun hidup dan tinggal di Bandarlampung itu pula. Dia juga menyatakan, mudik setelah Lebaran itu relatif lebih leluasa dan tidak menghadapi antrean maupun kepadatan arus mudik ke Jawa dan sebaliknya (ke Lampung).
Lagi pula mereka menyewa kendaraan sendiri, sehingga juga bisa mengatur waktu istirahat dalam perjalanan serta bisa mampir ke tempat lain saat berangkat maupun pulangnya. Sejumlah perantau di Lampung juga menyatakan sejak awal sengaja belakangan menjalani aktivitas mudik ke Jawa itu, meskipun harus kehilangan momentum saat takbiran di kampung halaman mereka.
"Tidak apa-apa mudiknya belakangan yang penting waktu Lebaran bisa pulang ke Jawa," ujar Yanto pula. Namun sejumlah perantau asal Pulau Jawa itu mengaku, tidak lagi rutin menjalani aktivitas mudik saat Lebaran ke Jawa, karena keluarga inti yang mesti dikunjungi di Jawa kebanyakan sudah meninggal dunia.