Gunung Sampah di Sejumlah Pasar Tradisional

Kompas.com - 03/10/2008, 12:45 WIB

BEKASI, JUMAT - Anggota DPRD Kota Bekasi dari F-PAN, Mohamad Hasyim Affandi menyesalkan kondisi kebersihan sejumlah pasar tradisional di Bekasi, terutama sampah yang terlihat menggunung.
     
Usai merayakan Idul Fitri, kondisi sampah menggunung di Pasar Pondokgede, Pasar Baru, Pasar Kranji dan Jatiasih sehingga menimbulkan bau busuk dan mengganggu warga di sekitarnya, katanya di Bekasi, Jumat.
     
Menumpuknya sampah di sejumlah pasar tradisional itu, dikarenakan ulah pedagang yang tidak peduli terhadap lingkungan, sehingga membuang sampah bukan pada tempatnya.
     
Seharusnya, pedagang juga membantu Pemkot menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di bak sampah yang disediakan di areal sekitar pasar tradisional, tetapi hal itu belum dilakukan oleh pedagang pasar tradisional.
     
"Saya kecewa terhadap sikap pedagang di pasar tradisional Bekasi yang tidak peduli dengan lingkungan, terbukti membuang sampah seenaknya sehingga menggunung dan meresahkan masyarakat terdekat," ujar Affandi.
     
Di Pasar tradisional Pasar Baru, Bekasi sampah juga menggunung di areal parkir dan pinggir ruas jalan Juanda hingga depan terminal bus, padahal Dinas Kebersihan telah menyediakan bak sampah, namun tidak dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL).
     
PKL tidak boleh hanya cari untung semata tanpa memikirkan kebersihan lingkungan pasar, sehingga sampah pasar menggunung menimbulkan bau menyengat. "Saya juga kecewa petugas kebersihan tidak bekerja optimal, terbukti sesudah libur lebaran dua hari ini sampah menumpuk dan berserakan di areal parkir pasar tradisional di Bekasi," kata anggota dewan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau