TANJUNG BALAI, JUMAT- Puluhan korban tenggelamnya kapal Tongkang Sinar Harapan di perairan Port Klang Selat Malaka, Malaysia yang berasal dari Sumatera Utara, khususnya dari Tanjung Balai dan sekitarnya sudah diperbolehkan pulang selepas diperiksa oleh polisi di Gedung Serba Guna Tanjung Balai, Jumat (3/10) petang.
Namun demikian korban dari luar Sumatera Utara masih belum bisa pulang, karena menunggu kendaraan yang akan mengangkut mereka di Kota Medan.
Korban yang dikirim dengan Kapal Navigasi (bukan Kapal Negara seperti ditulis sebelumnya) Sarotama dari Port Klang, Malaysia, ke Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, pada Jumat dini hari berjumlah 103 orang terdiri dari 80 orang laki-laki, 22 perempuan, dan seorang balita.
Mereka berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (29 orang), Jawa (9 orang), Sumatera Barat (2 orang), Lampung (1 orang), Kalimantan (1 orang) dan Sumatera Utara 61 orang. Ratusan orang keluarga korban menunggu korban mendarat di Teluk Nibung dan meneriakkan nama korban saat melihat korban keluar dari kapal cepat Being Sky King II.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Sumatera Utara, Sumadi M mengatakan BP2TKI akan memberi uang saku pada masing-masing korban Rp 100 ribu untuk kepulangan korban. “Untuk korban dari Aceh kami serahkan ke perwakilan Pemda Aceh di Sumatera Utara, untuk korban dari Sumut bisa langsung pulang dari sini,” kata Sumadi.
Sedangkan pemulangan korban dari luar Sumut dan NAD masih dikoordinasikan dengan instansi terkait. Adapun pemulangan jenazah 12 korban yang meninggal akan ditanggung BP2TKI.
Kepala Bidang Penerangan KBRI Malaysia Eka A Suripto mengatakan baru tujuh dari 12 jenazah korban yang bisa diidentifikasi. Mereka adalah Rohanika dari Lhokseumawe, Cut Normaida dari Lhokseumawe, Rika asal Salatiga, Susanti binti Samsudin dari Batubara, Lisa Novera dari Medan, Rosita dari Brebes, dan Nur dari Binjai. “Kami masih menunggu konfirmasi identitas korban yang lain dari ahli waris langsung,” kata Eka. Khusus jenazah Susanti atas permintaan keluarga akan dikuburkan di Malaysia.
Sedangkan empat korban yang dirawat di rumah sakit dari tujuh yang ada kemarin sudah diperbolehkan kembali ke kedutaan. Kedutaan Besar Malaysia juga belum bisa memastikan jumlah korban tewas sebab tidak ada daftar penumpang. Namun diperkirakan jumlah penumpang ada 138 orang.
Sampai Jumat petang, polisi juga masih terus memeriksaan korban secara maraton di Gedung Serba Guna Tanjung Balai. Sepuluh penyidik Polresta Tanjung Balai memeriksa korban satu per satu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang