Korban Selamat Mulai Dipulangkan

Kompas.com - 03/10/2008, 18:50 WIB

TANJUNG BALAI, JUMAT- Puluhan korban tenggelamnya kapal Tongkang Sinar Harapan di perairan Port Klang Selat Malaka, Malaysia yang berasal dari Sumatera Utara, khususnya dari Tanjung Balai dan sekitarnya sudah diperbolehkan pulang selepas diperiksa oleh polisi di Gedung Serba Guna Tanjung Balai, Jumat (3/10) petang.

Namun demikian korban dari luar Sumatera Utara masih belum bisa pulang, karena menunggu kendaraan yang akan mengangkut mereka di Kota Medan.

Korban yang dikirim dengan Kapal Navigasi (bukan Kapal Negara seperti ditulis sebelumnya) Sarotama dari Port Klang, Malaysia, ke Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, pada Jumat dini hari berjumlah 103 orang terdiri dari 80 orang laki-laki, 22 perempuan, dan seorang balita.

Mereka berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (29 orang), Jawa (9 orang), Sumatera Barat (2 orang), Lampung (1 orang), Kalimantan (1 orang) dan Sumatera Utara 61 orang. Ratusan orang keluarga korban menunggu korban mendarat di Teluk Nibung dan meneriakkan nama korban saat melihat korban keluar dari kapal cepat  Being Sky King II.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Sumatera Utara, Sumadi M mengatakan BP2TKI akan memberi uang saku pada masing-masing korban Rp 100 ribu untuk kepulangan korban. “Untuk korban dari Aceh kami serahkan ke perwakilan Pemda Aceh di Sumatera Utara, untuk korban dari Sumut bisa langsung pulang dari sini,” kata Sumadi.

Sedangkan pemulangan korban dari luar Sumut dan NAD masih dikoordinasikan dengan instansi terkait. Adapun pemulangan jenazah 12 korban yang meninggal akan ditanggung BP2TKI.

Kepala Bidang Penerangan KBRI Malaysia Eka A Suripto mengatakan baru tujuh dari 12 jenazah korban yang bisa diidentifikasi. Mereka adalah Rohanika dari Lhokseumawe, Cut Normaida dari Lhokseumawe, Rika asal Salatiga, Susanti binti Samsudin dari Batubara, Lisa Novera dari Medan, Rosita dari Brebes, dan Nur dari Binjai. “Kami masih menunggu konfirmasi identitas korban yang lain dari ahli waris langsung,” kata Eka. Khusus jenazah Susanti atas permintaan keluarga akan dikuburkan di Malaysia.

Sedangkan empat korban yang dirawat di rumah sakit dari tujuh yang ada kemarin sudah diperbolehkan kembali ke kedutaan. Kedutaan Besar Malaysia juga belum bisa memastikan jumlah korban tewas sebab tidak ada daftar penumpang. Namun diperkirakan jumlah penumpang ada 138 orang.

Sampai Jumat petang, polisi juga masih terus memeriksaan korban secara maraton di Gedung Serba Guna Tanjung Balai. Sepuluh penyidik Polresta Tanjung Balai memeriksa korban satu per satu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau