PHILLIP ISLAND, JUMAT - Pembalap Yamaha Pertamina Indonesia, Doni Tata Pradita, menjalani babak baru dalam proses pembelajarannya di ajang Kejuaraan Dunia Balap Motor kelas 250cc. Untuk pertama kalinya, pemuda asal Sleman, DI Yogyakarta, itu mencicipi Sirkuit Phillip Island, Australia.
Ia menempati urutan ke-22 dari 23 pembalap yang melakoni sesi latihan pertama, Jumat (3/10). Top speed motor Yamaha tunggangan Doni adalah 256 kilometer per jam, atau 13 kilometer per jam lebih lambat ketimbang top speed motor KTM tunggangan Mika Kallio.
Doni mencetak waktu lap terbaik 1 menit 38,880 detik, berselisih 5,144 detik dari Kallio yang menempati urutan pertama sesi latihan pertama.
"Doni dua kali kecelakaan. Kecelakaan yang pertama bukan kesalahannya. Kecelakaan kedua terjadi saat ia berusaha kembali ke trek," ujar bos tim Yamaha Pertamina Indonesia, Kino Contreras, dikutip siaran pers tim.
Beberapa jam setelah sesi latihan pertama, Doni menempati posisi ke-20 pada kualifikasi pertama, sedangkan urutan pertama dihuni Alvaro Bautista (tim Mapfree Aspar-Aprilia).
Kru tim Yamaha Pertamina Indonesia, Kamis (2/10) malam, lembur mempersiapkan motor 250 cc tunggangan Doni.
Gara-garanya, motor 250 cc milik Yamaha Pertamina Indonesia belum tiba di Siruit Phillip Island pada Kamis (2/10) siang . Padahal, dalam setiap grand prix, motor harus sudah tiba paling lambat Kamis siang. Tujuannya agar motor bisa dipersiapkan pada Kamis malam untuk kemudian dipakai keesokan harinya dalam latihan Jumat.
"Tim logistik promotor balapan mengira motor kami adalah motor yang akan dites oleh tim Fiat Yamaha pada Senin depan di Phillip Island, sehingga dikirim belakangan," ujar Doni.
"Mereka salah mungkin karena di Motegi, garasi kami bersebelahan dengan garasi Fiat Yamaha," ujar Doni.
Doni pekan lalu merampungkan GP Jepang dengan finis ke-18. Ada enam pembalap yang berada di belakangnya. "Mungkin posisi itu tidak luar biasa, tetapi kalau dianalisis dengan cermat, hasil itu sangat bagus untuk tim. Doni telah berkembang dibandingkan balapan-balapan dia terdahulu," ujar Kino Contreras.
"Semangat duelnya membaik. Konsentrasinya bagus selama balapan dan menjalani balapan dengan menggunakan strategi. Motor kami juga pertama kalinya memiliki kecepatan puncak (top speed) yang masuk dalam kategori papan tengah," ujar Contreras. (ATO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang