Di Tengah Kemacetan, Anggota DPRD Tonjok TNI

Kompas.com - 04/10/2008, 14:04 WIB

BOGOR,SABTU - Di tengah kepadatan arus lalu lintas di area Simpang Ciawi, apapun bisa terjadi. Kendaraan bisa salip menyalip dan senggol menyenggol. Yang terpenting bagaimana setiap pengendara dan penumpang bisa mengendalikan kesabaran.

Namun, cuaca di Simpang Ciawi tidak mendukung sepertinya. Seorang anggota DPRD Bogor, sebut saja Indra, memberikan bogem mentah ke pipi kiri seorang anggota tentara, sebut saja Wahyu, setelah kesal mobilnya disalip dan disenggol.

Peristiwa ini terjadi di dekat bundaran Simpang Ciawi ke arah Sukabumi. Sialnya, perkara ini sampai ke Pos Pengamanan Lebaran V di Simpang Ciawi. Wahyu dan kedua orang rekannya mengadukan perlakuan Indra ke polisi yang sedang bertugas di pos ini.

Rekan Wahyu terus berteriak-teriak karena kesal dengan Indra yang merasa tak bersalah. Setelah bernegosiasi hampir setengah jam, akhirnya perkara ini selesai dengan bersalaman.

Dalam pemeriksaan, putra Indra yang mengemudikan mobil berplat merah milik DPRD Kota Bogor ini ternyata tak memiliki Surat Izin Mengemudi. "Untung si tentara nggak nuntut. Kalau nuntut, bisa masuk penjara tuh (si anggota DPRD)," ujar Bripka Hidayat.

Sementara itu, putra-putri Indra yang menunggu di dalam mobil menangis terisak-isak karena mendengar suara-suara keras dari anggota TNI yang marah-marah kepada bapaknya. Mereka kemudian ditenangkan oleh istri Indra dan salah satu petugas piket Palang Merah Indonesia (PMI) yang bertugas di pos ini juga.

Selain membawa keluarganya, ternyata Indra juga membawa beberapa kerabatnya di dala mobil. Salah satunya adalah ibunya yang juga tampak ketakutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau