TEHERAN, SABTU - Menurut Menteri Perminyakan Iran Gholam Hossiein Nozari, harga minyak yang anjlok di bawah 100 dollar AS per barel membuat kondisi tak nyaman bagi semua pihak, baik konsumen maupun produsen. "Sayangnya, meski harga minyak turun, kami tak melihat penurunan biaya produksi," kata Nozari, Sabtu (4/10).
Menurut Nozari, kemudian, perlambatan ekonomi di Negeri Uwak Sam menjadi biang keladi penurunan harga minyak dunia. Gara-gara perlambatan ini, Eropa pun terimbas.
Pada Jumat (3/10), harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman November melorot sembilan sen di angka 93,88 dollar AS per barel. Penurunan ini membuat harga minyak mentah keseluruhan melorot 13 dollar AS, pada minggu ini.
Pada Juli tahun ini, harga minyak sempat menembus angka 147 dollar AS per barel. Pada September 2008, Iran berhasil mengajak organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) memotong produksi minyak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang