Burung Masuk Mesin, Sriwijaya Air Kembali ke Ambon

Kompas.com - 04/10/2008, 22:14 WIB

AMBON, SABTU-Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SC 593 tujuan Ambon-Makassar-Jakarta terpaksa terbang kembali ke Bandara Pattimura karena ada ledakan di mesin nomor 1 sebelah kiri. Pesawat jenis Boeing 737-200 itu berhasil mendarat di Ambon dan 114 penumpang selamat. Pesawat mengalami gangguan mesin nomor satu sebelah kiri setelah terbang sekitar 30 menit dari Ambon menuju Makassar.

Ajun Komisaris Polisi Moses Alfons Kepala Kepolisian Sektor Bandara Pattimura Ambon, Sabtu (4/10) malam membenarkan peristiwa itu. Penyebab ledakan dipastikan akibat seekor burung belibis masuk ke mesin. Pilot memutuskan untuk terbang pulang ke Ambon dan pesawat berhasil mendarat dengan selamat sekitar pukul 19.10 WIT. "Tim patroli bendara menemukan seekor burung belibis yang masuk ke dalam mesin," ujar Alfons.

Rubens (41), penumpang Sriwijaya Air mengaku mendengar ledakan saat pesawat mengudara. Kemudian terasa getaran sangat kuat. Para penumpang ketakutan dan panik sehingga memaksa pilot untuk kembali ke Ambon. (ANG)  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau