Pemudik Masih Ramai, Puncak Arus Balik Tengah Malam

Kompas.com - 05/10/2008, 15:26 WIB

JAKARTA, MINGGU-Meskipun hari ini Minggu (5/10) merupakan puncak arus balik, namun terminal bus Pulogadung juga masih memberangkatkan penumpang ke luar Jakarta. Semisal ke Pulau Madura, Jawa Timur maupun ke Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Hajattulloh (19), salah seorang pemudik ke Madura, ia memilih pulang kampung hari ini. Karena, Lebaran di Madura umumnya malah ramai pada H+7. "Kalau di Madura, ramainya saat Lebaran ketupat atau seminggu setelah Lebaran," kata Jaja, sapaan akrabnya.

Hal senada dinyatakan Baihaki (29). Menurutnya lebih enak mudik setelah Lebaran. Di samping tidak berdesakan, harga tiket juga relatif murah. "Sekarang jurusan Madura dan Jakarta hanya Rp 200.000. Saat sebelum Lebaran mencapai Rp 350.000 untuk seorang penumpang," ujarnya.

Sementara itu, lonjakan arus balik Pulogadung akan terjadi pada Minggu tengah malah sampai Senin (6/10) dini hari nanti. "Saya prediksi lonjakan penumpang terjadi pada pukul 01.00 dan 02.00 nanti. Sebab, saat ini masih banyak bus yang terjebak kemacetan di jalur menuju Jakarta. Terutama masuk tol Cikampek yang kendaraannya padat banget," kata Pardjiman, Kepala Bus Antarkota/Antarprovinsi (AKAP) Terminal Pulogadung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau