JAKARTA,MINGGU-Di tengah pasar keuangan dunia yang tidak menentu, Mandiri Investasi mengalami peningkatan dana kelolaan reksa dana dari Rp 3,1 triliun pada awal 2008 menjadi Rp 6,6 triliun hingga September 2008 atau naik 112,9 persen. Demikian dikemukakan Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Andreas M Gunawidjaja, dalam siaran pers, Minggu (5/10).
Pertumbuhan itu sekaligus mendongkrak peringkat perusahaan pengelola reksa dana itu dari urutan ke sembilan menjadi ke tiga di Indonesia. Menurut Andreas, penyebab utama PT Mandiri Manajemen Investasi tidak terpengaruh oleh kekisruhan pasar keuangan dunia adalah perusahaan itu fokus berinvestasi pada surat-surat berharga (efek) yang diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
"Mayoritas total dana investasi Mandiri Investasi ditempatkan pada obligasi pemerintah, obligasi korporasi, saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan instrumen pasar uang di dalam negeri," ujarnya. Selain itu, kenaikan total dana kelolaan Mandiri Investasi dipicu tingkat kepercayaan investor yang tidak terpengaruh oleh goyahnya industri keuangan internasional.
Andreas menambahkan, saat ini Mandiri Investasi mengelola tiga produk reksa dana terproteksi yang memiliki penyertaan investasi pada surat berharga luar negeri. Namun, pihaknya tidak berinvestasi pada surat-surat berharga dengan produk acuan (underlying aset) yang menjadi penyebab krisis keuangan global saat ini, seperti sektor properti dan sektor keuangan di Amerika Serikat.
Berkaitan dengan peningkatan dana kelolaan Mandiri Investasi, pihaknya berencana untuk menawarkan produk investasi baru jangka menengah mulai Oktober, berupa empat produk reksa dana terproteksi. Jangka waktu reksa dana terproteksi itu hingga 59 bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang